Serang (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten mengalokasikan Rp5 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025 untuk pembangunan jalan usaha tani (JUT) di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan di Serang, Selasa mengatakan, usulan awal panjang JUT mencapai 7,5 kilometer, namun karena keterbatasan waktu pelaksanaan, anggaran yang tersedia maka DPIPR hanya mampu membiayai sebagian.
“JUT kemarin usulannya ada 7,5 kilometer. Cuma karena kita melihat waktu pelaksanaan, sekarang sudah per September, itu baru dianggarkan Rp5 miliar. Jadi kurang lebih mungkin dapat sekitar satu kilo dari 7,5 kilometer, khusus di Wanasalam,” kata Arlan.
Baca juga: Pemprov Banten bangun jalan poros desa 1,5 km di Tangerang
Ia menjelaskan, pengusulan JUT dilakukan melalui Dinas Pertanian yang melakukan verifikasi manfaat dan dampak bagi lahan pertanian.
“Nanti Dinas Pertanian baru meneruskan pekerjaan itu. Dari sisi keterhubungannya, terus dari sisi pelayanan terhadap sawahnya. Pasti ada yang prioritas nanti dari Dinas Pertanian,” ujarnya.
Arlan menegaskan program JUT masuk dalam Program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera) yang digagas Gubernur Banten Andra Soni. “Program itu jadi bagian dari program Bang Andra, karena salah satu yang paling diutamakan adalah akses pertanian,” katanya.
Baca juga: Program Bang Andra terima 431 usulan perbaikan ruas jalan desa di Banten
Saat ini, kata dia, baru satu lokasi JUT yang masuk dalam Anggaran Perubahan, namun Dinas Pertanian sedang melakukan verifikasi tambahan. “Informasinya ada dua atau tiga titik lagi yang sedang dilakukan verifikasi. Mungkin itu nanti masuk di 2026,” jelasnya.
Selain JUT, Arlan menambahkan, pemerintah juga mengalokasikan hampir Rp100 miliar untuk pembangunan Jalan Desa melalui Program Bang Andra di Perubahan APBD Banten 2025.
“Sekitar 20 lokasi pembangunan jalan desa masuk ke dalam program Bang Andra di perubahan APBD ini,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan infrastruktur pertanian dan jalan desa dapat meningkatkan produktivitas serta memperkuat konektivitas wilayah pedesaan di Banten.
Baca juga: Pemprov Banten alokasikan Rp180 miliar untuk bangun 60 titik jalan desa
