Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten melaksanakan pembangunan perbaikan delapan daerah irigasi (DI) guna mendukung program swasembada pangan dan peningkatan ekonomi petani.
"Kita berharap pelaksanaan perbaikan sarana prasarana jaringan irigasi berjalan lancar dan berkualitas," kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lebak Dade Yan Apriyandi di Lebak, Jumat.
Pembangunan perbaikan delapan DI tersebut dialokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp2,5 miliar dengan luas areal persawahan 700 hektare.
Baca juga: Petani Lebak panen raya padi, bisa enam ton per hektare
Selama ini, petani Kabupaten Lebak kebanyakan melakukan percepatan musim tanam padi hanya menggantungkan curah hujan tinggi, karena di antaranya jaringan irigasi mengalami kerusakan dan kebocoran juga di areal pertanian pangan tersebut tidak terdapat infrastruktur sarana prasarana irigasi.
Oleh karena itu, pemerintah daerah setiap tahun melakukan pembangunan perbaikan DI untuk menopang produksi pangan juga peningkatan pendapatan ekonomi petani.
"Kami tahun ini melakukan perbaikan delapan DI di antaranya di Kecamatan Bayah, Cijaku dan Bojongmanik agar dapat meningkatkan produksi pangan dan mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat," kata Dade.
Baca juga: Pemkab Lebak kolaborasi tarik investor guna tumbuhkan perekonomian baru
Menurut dia, jumlah jaringan Daerah Irigasi di Kabupaten Lebak tercatat 474 unit, terdiri atas 463 irigasi permukaan dan 11 irigasi pompa.
Pemerintah daerah setiap tahun relatif kecil untuk mengalokasikan anggaran pembangunan jaringan irigasi, sehingga diharapkan adanya intervensi dari pemerintah pusat dan provinsi.
"Kita lakukan perbaikan DI sebanyak 474 unit itu bisa rampung hingga puluhan tahun jika dialokasikan dari APBD setempat," katanya menjelaskan.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan, luas baku sawah (LBS) di daerah ini seluas 52.025 hektare dengan indeks pertanaman (IP) tiga kali tanam dalam setahun, padahal sebelumnya 2,5 kali tanam dalam setahun.
Baca juga: Cadangan pangan daerah di Lebak 2026 capai 197 ton setara beras
Meningkatnya IP tiga kali tanam dalam setahun itu, karena adanya perbaikan jaringan irigasi yang dilakukan pemerintah setempat.
"Kami berharap semua jaringan irigasi bisa dilakukan perbaikan sehingga bisa mencapai IP empat kali tanam dalam setahun," katanya menjelaskan.
Sementara itu, sejumlah petani mengaku mereka merasa senang dilakukan perbaikan DI, karena jaringan irigasi di wilayah mengalami kerusakan sehingga arus air ke areal persawahan tidak optimal.
"Kami meyakini perbaikan irigasi di wilayahnya seluas 80 hektare bisa tanam tiga kali dalam setahun," kata Sugandi, seorang petani Bojongmanik Kabupaten Lebak.
Baca juga: Nilai realisasi investasi di Kabupaten Lebak 2025 Rp1,371 triliun
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026