Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni membuka ruang kritik dan masukan konstruktif dari pihak independen, khususnya dari kalangan akademisi untuk Pemerintah Provinsi Banten guna memperbaiki tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah memasuki satu tahun kepemimpinannya.
“Kami membutuhkan saran dan masukan independen dari bapak ibu yang hadir di sini untuk terus melakukan perbaikan,” kata Andra Soni dalam keterangannya saat menghadiri Seminar Nasional Satu Tahun Pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Banten di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Kamis.
Menurut Andra, masukan berbasis kajian ilmiah penting untuk memastikan kebijakan pembangunan berjalan akuntabel, terukur, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan Pemprov Banten bersama Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah fokus menjalankan program prioritas yang tertuang dalam visi dan misi daerah.
Baca juga: Pemprov Banten percepat regulasi kreatif dorong ekosistem inklusif
Pada sektor pendidikan, Pemprov Banten merealisasikan program Sekolah Gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta. Pada tahun ajaran 2025–2026, program tersebut telah menjangkau 60.705 siswa, termasuk 2.643 anak berkebutuhan khusus di SKh swasta.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Pemprov Banten mulai menerapkan manajemen talenta pada 2025 sebagai bagian dari penguatan sistem merit untuk meningkatkan profesionalisme aparatur dan kualitas layanan publik.
Sementara pada sektor infrastruktur, Pemprov Banten menjalankan program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) sebagai intervensi pemerintah provinsi dalam mengurangi disparitas wilayah.
“Sepanjang tahun 2025, program tersebut telah membangun 61 ruas jalan desa dan satu jembatan. Selain itu, pembangunan jalan lingkungan juga terus dilakukan untuk akses masyarakat,” kata Andra.
Baca juga: Gubernur Andra Soni tekankan pemerataan layanan kesehatan
Ia menilai ketimpangan antarwilayah masih menjadi tantangan utama pembangunan di Banten sehingga diperlukan perencanaan berkelanjutan dan penentuan skala prioritas yang jelas.
“Kami menyadari permasalahan pembangunan tidak bisa diselesaikan secara instan. Yang kami lakukan adalah menyelesaikan satu per satu persoalan, membangun pondasi, dan memelihara harapan,” ujarnya.
Pada bidang transportasi, Pemprov Banten juga mengembangkan layanan Trans Banten untuk memperkuat konektivitas transportasi massal berbasis bus. Saat ini, hampir 1.000 warga per hari memanfaatkan layanan tersebut.
“Apa yang kita sampaikan kepada masyarakat, perlahan kita kerjakan melalui program-program yang telah disusun,” tambahnya.
Rektor Untirta Prof Fatah Sulaiman menilai selama satu tahun kepemimpinan Andra Soni–Dimyati, sejumlah kebijakan inovatif dan progresif telah dijalankan, salah satunya melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera.
“Selama satu tahun ini telah bekerja keras untuk mencapai visi dan misi serta berkolaborasi dalam percepatan pembangunan di Provinsi Banten. Untirta siap memberikan kontribusi terbaik demi kesejahteraan masyarakat,” kata Fatah.
Melalui forum akademik tersebut, Pemprov Banten berharap memperoleh evaluasi dan masukan objektif sebagai bahan penyempurnaan kebijakan tata kelola dan pembangunan daerah ke depan.
Baca juga: Gubernur Andra Soni dorong mitigasi banjir lintas sektor dan revisi RTRW
