Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tangerang, Banten melakukan percepatan penanganan penyebab titik banjir seperti penambalan tanggul yang jebol hingga pengerukan sedimentasi di saluran air pembuang.
"Skala penanganan yang bisa dilakukan Pemkot Tangerang dan kewenangannya, kita lakukan cepat setelah banjir surut," kata Wali Kota Tangerang Sachrudin di Tangerang Kamis.
Ia mengatakan, petugas gabungan sejak awal banjir pekan lalu hingga kini masih terus bekerja dari mulai penyedotan air agar kapasitas penampung di embung dan kali optimal.
Kemudian mengangkut sampah yang menghambat aliran air di saluran maupun kali. Kemudian tanah yang menyebabkan pendangkalan juga dilakukan pengangkutan.
"Kita imbau kepada warga tak membuang sampah sembarangan karena dampaknya sangat besar. Edukasi akan dilakukan kecamatan dan kelurahan," ujarnya.
Baca juga: Di Tangerang, dokumen kependudukan rusak akibat banjir bisa dibuat baru
Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar menuturkan, normalisasi kali seperti Kali Ledug dan Kali Sabi menjadi prioritas dalam waktu dekat, disertai penguatan turap di titik-titik yang dinilai rawan limpasan
Selain penanganan infrastruktur, evaluasi juga difokuskan pada penguatan sistem penanganan bencana, mulai dari perbaikan standar operasional prosedur (SOP), peningkatan kecepatan komunikasi antarinstansi, hingga penguatan sinergi dengan relawan dan OPD kewilayahan.
”Pemkot Tangerang juga mendorong agar sarana dan prasarana penanggulangan bencana, khususnya peralatan rescue dan pompa air, dapat ditempatkan lebih dekat dengan wilayah rawan banjir guna mempercepat respon awal. Yakni, seperti Periuk dan Ciledug,” kata Mahdiar.
Baca juga: 194,5 ha tanaman padi di Tangerang puso akibat bencana banjir
