Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja meminta jajarannya untuk melakukan percepatan penanganan bencana banjir di daerah tersebut secara menyeluruh guna meringankan beban warga terdampak.
"Sesuai instruksi Bupati Tangerang agar jajaran BPBD, Dinas Sosial, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk terus bekerja maksimal membantu warga terdampak, khususnya para korban yang masih berada di tenda-tenda, masjid, dan balai desa untuk mengungsi," kata Soma Atmaja di Kabupaten Tanggerang, Senin.
Selain itu, dia juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tanggerang untuk menunjukkan empati dan kepedulian terhadap kondisi di berbagai wilayah yang masih dilanda banjir.
"Untuk itu, mari kita saling peduli dan membantu mendoakan saudara-saudara kita yang masih kesusahan, dan tetap jaga kesehatan" tuturnya.
Baca juga: 4.352 KK di Tangerang masih mengungsi akibat banjir
Sekda mengungkapkan, bencana alam banjir di Kabupaten Tangerang telah melanda di 27 wilayah dari total sebanyak 29 kecamatan. Sementara itu, sekitar 33 ribu kepala keluarga (KK) terdiri dari 133 ribu jiwa menjadi korban banjir.
"Dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, 27 kecamatan terdampak banjir. Bahkan mungkin di antaranya adalah rumah kita sendiri," kata dia.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, mencatat sebanyak 4.352 kepala keluarga (KK) di daerah itu masih mengungsi di posko dan rumah saudara akibat bencana alam banjir yang melanda sejak tiga pekan lalu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik menambahkan bahwa saat ini masih terdapat empat wilayah kecamatan dengan 17 desa/kelurahan tergenang banjir dengan ketinggian air 30 hingga 50 centimeter.
"Dari total 27 wilayah kecamatan yang terdampak banjir, kini hanya tersisa empat wilayah kecamatan saja, sisanya sudah surut," katanya.
Baca juga: Dinsos Tangerang distribusikan logistik untuk 13 ribu korban banjir
Dia juga mengatakan, dari total empat kecamatan yang masih terendam banjir itu di antaranya seperti di kecamatan Mekar Baru, Kronjo, Kresek, dan Gunung Kaler.
Adapun, keempat wilayah kecamatan yang sebagian warganya masih terendam banjir di antaranya, Kecamatan Kresek di Desa Pasir Ampo 258 KK, Desa Koper 150 KK, dan Patrasana 50 KK.
Kemudian, di Kecamatan Gunung Kaler yakni di Desa Kedung 220 KK, Gunung Kaler 173 KK, Kandawati 640 KK, Carenang 153 KK, Talok 15 KK, Kelor 14 KK.
Selanjutnya, di Kecamatan Kronjo yakni di Desa Muncang 27 KK, Pasilian 301KK, Cirumpak 250 KK, Pagedangan Ilir 1.115 KK, dan Pagedangan Udik 645 KK. Sementara di Kecamatan Mekar Baru terdapat di Desa Jenggot 179 KK, Mailiwis 12 KK, dan Kedaung 150 KK.
"Dari empat kecamatan dan 17 kelurahan/desa yang terdampak banjir saat ini, terdapat 4.352 KK yang terdampak. Mereka yang masih terdampak masih mengungsi," jelasnya.
Dia mengatakan, bahwa banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang sebagian besar diakibatkan curah hujan tinggi dan meluapnya Sungai Cidurian dan Cimanceuri.
"Faktor utamanya, curah hujan tinggi dan meluapnya air sungai. Semoga, banjir bisa segera surut. Kalau logistik Alhamdulillah lancar dan dipastikan tersalurkan semua kepada masyarakat yang terdampak banjir," katanya.
Baca juga: Pertamina Patra RJBB salurkan bantuan untuk warga Cawang terdampak banjir
