Pandeglang (ANTARA) - Sejumlah petani di Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang, Banten mulai menggarap menanam ubi jalar guna meningkatkan pendapatan ekonomi di daerah itu.
"Kita berharap tanam ubi jalar pada bulan Februari itu dapat dipanen Mei 2026," kata Ade, seorang petani di Desa Cilaban Bulan Menes, Pandeglang, Minggu.
Pertanian ubi jalar di wilayahnya ditanam di areal persawahan setelah musim panen padi.
Penanaman ubi jalar bisa dipanen pada usia 100-110 hari setelah tanam, namun produksi setiap hari dapat memenuhi permintaan pasar.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga RJBB tegaskan harga LPG 3 Kg di Pandeglang sesuai HET
Sebab, pertanian ubi jalar tersebut sudah berlangsung puluhan tahun menjadi andalan ekonomi petani Menes, Pandeglang.
"Kami tanam tiga petak sawah bisa menghasilkan 5 ton dan dijual ditingkat pengepul Rp3.000 per kilogram (kg),dan jika dikalkulasikan Rp15 juta," kata Ade.
Begitu juga petani lainya, Juhdi mengatakan pihaknya kini mengembangkan tanaman ubi jalar seluas enam petak atau 5.000 meter (setengah hektare) dengan menghasilkan produktivitas 10 ton.
"Jika dijual 10 ton ke pengepul Rp3.000 per kg, sehingga menghasilkan pendapatan uang Rp30 juta," kata Juhdi.
Baca juga: Pemprov Banten bangun Sekolah Rakyat di Pandeglang, perluas akses pendidikan
Eme (55) seorang pengepul ubi jalar di Kecamatan Menes, Pandeglang mengatakan pihaknya setiap hari memasok ubi jalar ke pelanggan tetap di Pasar Rangkasbitung, Pasar Rau Serang, dan Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang antara 4 sampai 6 ton.
Selama ini, produksi ubi jalar di Kecamatan Menes, Pandeglang menjadi unggulan pendapatan ekonomi petani setempat dan pasokannya bisa puluhan ton per hari.
"Kami dapat membantu pendapatan ekonomi petani juga empat pekerja," kata Eme.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Nuridawati mengatakan pertanian palawija jenis ubi jalar kini kebanyakan dikembangkan oleh petani di lahan-lahan persawahan dan tersebar di Kecamatan Menes, Mandalawangi, Jiput, Saketi dan Cikedal.
Selama ini, petani yang mengembangkan pertanian ubi jalar perekonomiannya cukup terlebih harga di tingkat penampung atau tengkulak Rp3 ribu per kg.
"Jika produksi ubi jalar menghasilkan 10.345 ton per tahun dengan perputaran uang hingga miliaran rupiah dengan harga Rp3.000/kg," katanya.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga RJBB pastikan ketersediaan stok LPG 3 kg di Pandeglang
