Pandeglang (ANTARA) - Banjir di enam kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten berangsur surut dan warga kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sampah dan lumpur yang berserakan.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadaman Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang Lilis Sulistiyati di Pandeglang, Minggu, mengatakan berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), masyarakat yang terdampak banjir, Sabtu (3/1) di enam kecamatan, karena curah hujan tinggi, sehingga air sungai di daerah itu meluap.
Keenam kecamatan itu adalah Kecamatan Patia yang terendam banjir di enam desa, Kecamatan Picung satu desa, Kecamatan Munjul satu desa, Kecamatan Sindangresmi satu desa, Kecamatan Cikeusik dua desa, dan Kecamatan Sobang enam desa.
"Banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur," katanya.
Baca juga: Curah hujan tinggi, BPBD Lebak siaga banjir
Ia mengimbau masyarakat di daerah itu agar tetap mewaspadai banjir susulan, karena peluang potensi hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir masih terjadi.
Imbauan tersebut agar dapat mengurangi risiko kebencanaan dan tidak menimbulkan korban jiwa. Sebab, saat ini Pandeglang masuk daerah langganan banjir akibat topografi alamnya terdapat aliran sungai.
"Kita berharap masyarakat selalu waspada jika curah hujan tinggi, karena berpotensi menimbulkan banjir," katanya.
Sementara itu, Encep (45), warga Ciakar, Kecamatan Munjul, Pandeglang mengaku dirinya sudah kembali menempati rumah setelah banjir setinggi 45 sentimeter mulai surut secara berangsur-angsur dengan kondisi cuaca di lapangan mendung, tetapi tidak hujan.
"Kami bersyukur banjir itu cepat surut, sehingga masyarakat di sini bisa menempati kediamannya," katanya.
Baca juga: Kapolda Banten kerahkan pompa penyedot air guna tangani banjir Cilegon
