Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, memberlakukan siaga banjir seiring intensitas hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

"Kami berharap masyarakat, khususnya yang berada di bantaran Sungai Ciujung, dapat meningkatkan kewaspadaan bencana banjir," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta di Lebak, Sabtu.

Berdasarkan pemantauan di jembatan dua Rangkasbitung, kata dia, muka air Sungai Ciujung 500 centimeter dan debit air di Bendungan Pamarayan 510 meter kubik (m3) per detik.

Baca juga: Kapolda Banten kerahkan pompa penyedot air guna tangani banjir Cilegon

Kondisi demikian membuat pihaknya memberlakukan siaga banjir, terlebih curah hujan dengan intensitas sedang dan lebat berpeluang terjadi pada sore, malam, dini hari, hingga pagi hari.

Oleh karena itu pihaknya minta masyarakat dapat mewaspadai bencana banjir tersebut. "Peringatan kewaspadaan itu untuk mengurangi risiko kebencanaan," kata Sukanta.

Menurut dia, selama ini wilayah Kabupaten Lebak masuk daerah langganan banjir jika curah hujan tinggi, karena terdapat ratusan aliran sungai. Masyarakat yang terdampak banjir tersebut, kebanyakan permukiman di sekitar aliran sungai.

Baca juga: Alih fungsi lahan bantaran sungai disebut picu banjir di Kota Serang

"Bila curah hujan tinggi dan berlangsung selama lima jam ke atas, dipastikan aliran sungai meluap," katanya.

Madropi (55), warga Kelurahan Cijoro Lebak, Rangkasbitung, mengatakan dirinya bersama keluarga kini mengamankan peralatan rumah tangga, karena khawatir tergenang banjir dari luapan Sungai Ciujung, terlebih curah hujan masih terjadi.

"Kami tinggal di rumah hanya beberapa meter saja dari aliran Sungai Ciujung, sehingga lebih baik mengamankan perabotan rumah tangga dan peralatan elektronik," katanya.

Baca juga: Puskesmas Kasemen Serang terendam banjir, layanan terganggu



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026