Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang, Banten, merespons cepat penanganan peristiwa plafon ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Budimulya, Kecamatan Cikupa ambruk pada Rabu.
Kepala Bidang Pengelolaan Sekolah Dasar Dindik Kabupaten Tangerang Dili Windu mengatakan setelah mendapat laporan plafon sekolah ambruk, pihaknya langsung melakukan langkah penanganan cepat.
"Begitu mendapatkan informasi, kami segera berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengamankan lokasi," katanya.
Ia mengatakan dalam insiden tersebut, plafon berbahan PVC berukuran sekitar 1,22 x 2,44 meter ambruk diduga akibat cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah itu, dalam sepekan terakhir.
Baca juga: Plafon sekolah ambruk, enam siswa di Tangerang terluka
Ia memastikan tidak ada korban, baik luka ringan maupun berat. dalam peristiwa itu.
"Seluruh siswa serta tenaga pendidik dalam kondisi aman, tidak ada korban jiwa," ucapnya.
Dinas Pendidikan telah melakukan peninjauan awal terhadap ruang kelas terdampak.
Selain itu, melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan lainnya guna mengantisipasi potensi risiko lanjutan.
"Kami memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan memindahkan siswa ke ruang kelas lain yang masih aman dan layak. Perbaikan akan segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku," ujarnya.
Baca juga: Gedung perpustakaan SMPN Satu Atap Bulakan Serang ambruk
Sebelumnya Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang mengedarkan surat imbauan kepada seluruh satuan pendidikan terkait dengan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Dalam imbauan tersebut, sekolah diberikan fleksibilitas untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah preventif demi keselamatan warga sekolah.
Dia menyebut keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama.
Dia mengimbau seluruh sekolah terus meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila terdapat kondisi sarana prasarana yang berpotensi membahayakan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang mengapresiasi langkah cepat pihak sekolah, dukungan orang tua siswa, serta peran masyarakat sekitar yang turut menjaga situasi tetap kondusif.
"Koordinasi lintas pihak akan terus dilakukan untuk memastikan lingkungan belajar yang aman di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu," kata dia.
Baca juga: Satu warga meninggal akibat bangunan masjid di Serang ambruk
