Serang, Banten (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten menyediakan kuota mudik gratis sebanyak 900 orang untuk periode Lebaran 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo di Kota Serang, Banten, Selasa, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam menekan kepadatan lalu lintas dan meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi selama masa angkutan Lebaran.
Ia menjelaskan pendaftaran program mudik gratis ini dijadwalkan mulai dibuka bagi masyarakat umum pada Rabu (18/2).
Baca juga: Pemprov Banten prioritaskan enam ruas jalan alternatif mudik Lebaran 2026
Untuk memfasilitasi program tersebut, pemerintah telah menyiagakan puluhan unit armada bus yang laik jalan.
"Untuk mudik gratis, nanti buka tanggal 18 (Februari). Kita siapkan 20 unit bus," ujar Tri.
Ia merinci setiap bus memiliki kapasitas angkut sekitar 45 orang.
Dengan total 20 bus yang dikerahkan, diharapkan mampu menampung sedikitnya 900 penumpang yang akan diberangkatkan menuju berbagai wilayah di Pulau Jawa.
Mengenai rute yang disediakan, program mudik gratis Pemprov Banten tahun ini mencakup kota-kota besar di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Tidak hanya menyediakan keberangkatan dari Banten, pihaknya juga memfasilitasi penjemputan masyarakat dari luar daerah untuk kembali ke Banten pada masa arus balik.
"Ke Jawa Timur, Surabaya. Jawa Tengah ke Solo dan Banyumas. Kemudian DI Yogyakarta. Jawa Barat ke Tasikmalaya dan Cirebon. Kita juga menarik arus balik dari Yogyakarta dan dari Bandung ke sini (Banten)," tutur Tri.
Baca juga: Penyeberangan Merak-Bakauheni jadi barometer kelancaran mudik Lebaran 2026
Lebih lanjut, Tri menekankan bahwa fokus utama dari program ini bukan sekadar bantuan transportasi cuma-cuma, melainkan sebagai instrumen pengendalian arus lalu lintas.
Dengan dialihkannya pengguna sepeda motor atau mobil pribadi ke moda transportasi massal berupa bus, beban jalan raya di titik-titik krusial diharapkan dapat berkurang secara signifikan.
Langkah ini juga menjadi mitigasi awal untuk mencegah penumpukan kendaraan yang menuju Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Ciwandan.
Wilayah Banten merupakan titik sentral penghubung Pulau Jawa dan Sumatera, sehingga pengaturan volume kendaraan menjadi prioritas utama setiap tahunnya.
Selain menyediakan angkutan gratis, Dishub Banten tengah mematangkan skema distribusi kendaraan di area pelabuhan agar arus mudik lebih terkendali.
Koordinasi dengan pihak kepolisian dan pengelola pelabuhan terus diperkuat untuk memastikan tidak terjadi kemacetan panjang di akses tol maupun jalan arteri menuju penyeberangan.
Pihaknya menghimbau masyarakat untuk segera melakukan pendaftaran begitu portal resmi jawaramudik.bantenprov.go.id agar kuota dapat terserap secara maksimal dan tepat sasaran.
Baca juga: Kemenhub tambah kapal untuk mudik Lebaran di pelabuhan alternatif Banten
