Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten memastikan layanan transportasi massal Trans Banten tetap beroperasi sepanjang 2026 dengan alokasi dukungan anggaran Rp4,1 miliar, dan masih gratis meski telah memasuki tahap operasional penuh.
Hal tersebut sebagai upaya memperluas akses mobilitas masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo di Kota Serang, Rabu, mengatakan kelanjutan operasional Trans Banten merupakan arahan langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.
Program yang sebelumnya berjalan dalam masa uji coba sejak Oktober kini telah berstatus operasional.
“Sesuai arahan pimpinan, dalam hal ini Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur, Trans Banten berlanjut. Jadi sekarang sudah berjalan, bukan uji coba lagi,” ujar Tri.
Baca juga: Pemprov Banten siap evaluasi Trans Banten biar tak rugikan angkot
Kebijakan tarif gratis masih dipertahankan tanpa batas waktu yang ditentukan.
Menurut Tri, langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat beralih ke angkutan umum dan menekan beban biaya.
Di sisi layanan, Dishub Banten melakukan penguatan operasional dengan memperkuat armada. Saat ini Trans Banten mengoperasikan empat unit bus, bertambah dua unit dari sebelumnya.
Penguatan armada tersebut ditujukan untuk memperpendek waktu tunggu penumpang.
“Sekarang kita tambah dua bus lagi, jadi total ada empat unit yang beroperasi. Intervalnya kita upayakan setiap setengah jam sekali,” jelas Tri.
Baca juga: Trans Banten dipastikan tetap beroperasi meski ada protes
Penyesuaian interval tetap diberlakukan pada hari libur. Pada Sabtu dan Minggu, kedatangan bus diatur setiap satu jam sekali, karena tingkat aktivitas masyarakat dinilai lebih rendah dibandingkan hari kerja.
Upaya peningkatan efektivitas layanan juga dilakukan melalui penyesuaian rute. Rencana awal yang memulai lintasan dari Perumahan Alamanda Trondol dialihkan, karena keterbatasan kapasitas jalan.
Saat ini, rute Trans Banten berputar di kawasan Mall of Serang (MOS) dan diperpanjang hingga UIN Sultan Maulana Hasanuddin Kampus Ciceri.
“Karena ada permintaan dari UIN SMH, kita tambahkan rute ke Kampus Ciceri, lalu ke Jalan Trip Jamaksari dan masuk ke Jalan Armada,” ujar Tri.
Baca juga: Gubernur Banten dukung Rakernas BEM SI dan jaga independensi mahasiswa
Selain rute, titik pemberhentian bus turut disesuaikan untuk memangkas waktu tempuh. Bus yang sebelumnya masuk ke Terminal Pakupatan kini dialihkan berhenti di Halte Taman Patung Debus Kemang.
Untuk mendukung operasional sepanjang 2026, Pemprov Banten mengalokasikan anggaran Rp4,1 miliar dengan skema Buy The Service (BTS).
Melalui skema ini, apabila ke depan tarif diberlakukan, seluruh pendapatan penumpang akan masuk ke kas daerah.
Saat ini Trans Banten melayani lintasan Kampus Untirta Sindangsari–Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani–Terminal Pakupatan–Jalan Sudirman–Simpang Ciceri–Jalan Trip Jamaksari–Jalan Avip Usman–Jalan Armada–Jalan Raya Jakarta–Simpang Parung–kembali ke Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani hingga Kampus Untirta Sindangsari, dengan titik tambahan di Halte UIN Ciceri dan Halte Taman Patung Debus.
Baca juga: Trans Banten siap beroperasi, dimulai dari Kota Serang
