Cilegon (ANTARA) - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa SMP Negeri 15 Cilegon, Banten, dialihkan sementara ke SDN Cikuasa 2 menyusul rusaknya tiga ruang kelas akibat tertimpa longsoran Tembok Penahan Tanah (TPT).
Kepala SMPN 15 Cilegon Arif Budiman di Cilegon, Senin, mengatakan pengalihan tempat belajar ini dilakukan demi menjamin keselamatan 180 siswa dari enam rombongan belajar (rombel) yang terdiri atas kelas VII, VIII, dan IX.
"Tiga ruang kelas ditambah satu toilet kondisinya rusak, sebagian tembok tertimpa dampak turap. Karena masih ada proses pengerjaan, kami khawatir ada pergerakan tanah lagi, jadi untuk amannya KBM dialihkan," ujar Arif.
Baca juga: Korban tertimpa plafon sekolah di Tangerang jadi 12 orang
Arif menjelaskan para siswa untuk sementara waktu akan menumpang belajar di SDN Cikuasa 2 yang dilaksanakan pada siang hari hingga perbaikan gedung sekolah selesai dan dinyatakan aman untuk digunakan kembali.
Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Sabtu (31/1) sekitar pukul 07.00 WIB. Beruntung, saat kejadian aktivitas sekolah sedang libur, sehingga tidak ada korban jiwa.
Namun, material longsor menyebabkan dinding dan atap tiga ruang kelas yang baru diresmikan pada 9 Juli 2025 itu ambruk hingga menimpa sejumlah kursi dan meja belajar siswa.
Terkait kejadian ini, Dinas Pendidikan Kota Cilegon telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melakukan penanganan material longsor dan perbaikan gedung sekolah guna menghindari risiko kerusakan lebih lanjut.
Baca juga: Lansia di Kaligandu Kota Serang tewas tertimpa rumah roboh
