Pandeglang (ANTARA) - Nelayan Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, Banten sejak sebulan terakhir tidak melaut akibat angin kencang disertai gelombang tinggi dan curah hujan tinggi.
"Kami selama tidak melaut dihabiskan waktu untuk memperbaiki jaring yang mengalami kerusakan," kata Amat (55), seorang nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan, Kabupaten Pandeglang, Minggu.
Nelayan pesisir selat Sunda bagian barat dan selatan yang ada di pesisir Pandeglang dan Lebak, khususnya perairan Banten tidak melaut guna menghindari kecelakaan laut.
Sebab, sejak sebulan terakhir cuaca di perairan itu memburuk, selain angin kencang dan gelombang tinggi hingga 4.0 meter.
Baca juga: 15 WNA Filipina di selamatkan nelayan Buol di perairan Sulawesi
Karena itu, cuaca ekstrem tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan ribuan nelayan Pandeglang dan lebih memilih tidak melaut.
"Kami jika melaut dipastikan merugi juga tangkapan nihil akibat gelombang tinggi disertai angin kencang itu," katanya.
Ketua Koperasi Nelayan Bina Muara Sejahtera Binuangeun Kabupaten Lebak Wading mengatakan nelayan tradisional yang tidak melaut, karena angin kencang dan gelombang laut tinggi hingga 4.0 meter, sehingga memilih tinggal di rumah dibandingkan melaut.
Mereka nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil dengan mesin motor tempel itu tidak berani melaut guna menghindari kecelakaan laut.
"Semua nelayan yang tidak melaut itu sebagai anggota koperasi dan kini mereka usaha lain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga," kata Wading.
Baca juga: Nelayan hilang di perairan Lontar Serang setelah jatuh dari kapal
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Rizal Ardiansyah mengingatkan nelayan agar menggunakan alat keselamatan saat melaut, di antaranya pakaian pelampung.
Saat ini, jumlah nelayan 3.600 orang di pesisir selatan Kabupaten Lebak mulai Pantai Binuangeun, Karangmalang, Bagedur, Cihara, Suka Hujan, Pasput, Cibobos, Panggarangan, Bayah, Karangtaraje, Pulomanuk, dan Sawarna yang melaut relatif kecil, karena gelombang tinggi hingga 4,0 meter.
"Kami telah menyampaikan surat peringatan dini kewaspadaan gelombang tinggi ke seluruh TPI dan Pangkalan Pelabuhan Ikan ( PPI) agar tidak menimbulkan kecelakaan laut," katanya.
Baca juga: Pemprov Banten salurkan bantuan kapal untuk produktivitas nelayan Pandeglang
