Tangerang (ANTARA) - DPRD Kota Tangerang, Banten, menekankan PT Tangerang Nusantara Global (TNG) selaku pengelola kawasan pasar lama untuk memperhatikan kebersihan dan penataan pedagang serta lahan parkir untuk memberikan kenyamanan pembeli takjil dan tidak menimbulkan kesan kumuh.
“Warga mencari takjil bukan hanya soal makanannya, tapi juga ingin merasa aman dan nyaman. Ini yang perlu menjadi perhatian serius,” kata anggota DPRD Kota Tangerang Yeni Kusumaningrum dalam keterangannya di Tangerang Jumat.
Ia menuturkan pasar lama menjadi salah satu lokasi destinasi warga untuk ngabuburit sekaligus mencari aneka kuliner. Keragaman pilihan makanan menjadi daya tarik tersendiri, namun kenyamanan dan rasa aman pengunjung harus tetap menjadi prioritas.
Baca juga: Dinkes Kota Tangerang uji sampel makanan takjil di pasar
Dia menjelaskan PT TNG selaku BUMD lebih teliti dalam penataan dan pengembangan kawasan meliputi kebersihan lingkungan, keamanan, pengelolaan retribusi yang legal dan transparan, serta penataan parkir yang tertib.
“Penataan pedagang harus diperhatikan agar kawasan Pasar Lama tetap mudah dijangkau pengunjung dan tidak menimbulkan kesan kumuh. Jangan sampai karena ramainya pengunjung dan pedagang musiman justru menurunkan kenyamanan. Pasar lama ini ikon kota dan tujuan utama warga berburu takjil,” ujar Yeni.
Ia juga menilai selain peran pengelola, partisipasi masyarakat dalam pengawasan juga dinilai sangat penting karena DPRD tidak dapat melakukan pengawasan selama 24 jam sehingga dibutuhkan saluran pengaduan yang mudah diakses.
"Dengan informasi nomor hotline dan media pengaduan yang lebih masif serta mudah terlihat agar masyarakat tidak sungkan menyampaikan masukan maupun keluhan," ujarnya.
Baca juga: Penjualan takjil tumbuhkan ekonomi baru bagi warga Lebak
