Tangerang (ANTARA) - Kementerian Sosial memastikan fasilitas gedung sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar dan guru sebagai tenaga pendidik untuk sekolah rakyat terus bertambah jumlahnya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Tangerang Jumat mengatakan untuk tenaga pengajar saat ini masih terdapat kekurangan di sejumlah titik. Pemerintah tengah membahas kebutuhan tambahan guru bersama BKN dan kementerian terkait.
“Kita masih bahas kebutuhannya bersama teman-teman BKN. Karena memang di beberapa titik masih ada kekurangan guru,” kata Mensos Saifullah pada acara buka puasa bersama dengan guru dan siswa sekolah rakyat yang digelar di ICE BSD Tangerang, Jumat.
Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat berkembang signifikan dari sikap hingga optimisme
Ia juga memastikan para guru yang mengajar telah melalui proses seleksi ketat. Mereka merupakan guru bersertifikat dan telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Proses seleksi dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta didampingi Kementerian PAN-RB.
“Rata-rata guru masih muda, di bawah 30 tahun, dan memiliki kemampuan mengajar yang memadai. Mereka sudah beradaptasi selama enam bulan terakhir,” katanya.
Lalu untuk fasilitas gedung sekolah, pemerintah tengah membangun gedung permanen di 104 titik. Setiap lokasi nantinya akan mampu menampung hingga 1.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.
Baca juga: Selama Ramadhan, Sekolah Rakyat 37 Serang fokus perkuat ibadah siswa
Selama masa rintisan, kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan gedung milik Kementerian Sosial, Kementerian Ketenagakerjaan, balai milik Diktasmen, serta fasilitas pemerintah daerah.
“Nanti setelah gedung permanen selesai, siswa akan pindah ke fasilitas yang lebih lengkap, mulai dari asrama siswa dan guru, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, aula, hingga sarana ekstrakurikuler,” ujarnya.
Mensos menjelaskan, siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga prasejahtera yakni kelompok desil satu dan dua atau kategori miskin dan miskin ekstrem.
Baca juga: Kemensos perkuat manajemen guru Sekolah Rakyat
Program ini menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap keluarga yang mengalami kesulitan menyekolahkan anak-anaknya.
“Ini adalah gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kesempatan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu,” jelasnya.
Konsep Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) yang tidak hanya memberikan pelajaran akademik, tetapi juga pendidikan karakter.
Selain itu karakteristik siswa Sekolah Rakyat memang istimewa. Tidak ada tes akademik dalam penerimaan siswa, melainkan berdasarkan pemenuhan syarat administratif. Bahkan, sebagian siswa sebelumnya sempat putus sekolah.
"Tapi saya mengaku gembira melihat perkembangan siswa yang dinilai semakin percaya diri dan mampu mengikuti pembelajaran dengan baik," katanya.
Baca juga: Pemkot Serang prioritaskan penyediaan lahan permanen untuk Sekolah Rakyat
