Serang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten memprioritaskan penyediaan lahan permanen untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat guna menjamin keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak berasal dari keluarga kurang mampu di wilayah tersebut.

Wali Kota Serang Budi Rustandi di Serang, Rabu, menyatakan pihaknya sedang mengupayakan pemanfaatan aset tanah negara (TN) di kawasan Taktakan sebagai lokasi strategis pembangunan sekolah tersebut.

"Saya sedang berjuang mencari lahan agar ada Sekolah Rakyat yang permanen di Kota Serang. Saat ini kita arahkan ke Taktakan karena luas lahannya mencukupi. Usulan ini sedang kita diskusikan dengan kementerian terkait," ujarnya.

Baca juga: Kemensos beri bantuan atensi orang tua siswa Sekolah Rakyat di Serang

Ia menjelaskan pembangunan infrastruktur pendidikan ini bagian dari semangat Presiden dalam memastikan seluruh anak bangsa mendapatkan akses sekolah yang layak. Program Sekolah Rakyat dirancang secara komprehensif, tidak hanya memfasilitasi kebutuhan siswa, tetapi juga memberikan dukungan sarana rumah tangga bagi para orang tua.

"Bukan hanya anaknya yang didukung untuk sekolah, tapi orang tuanya juga kami fasilitasi agar mereka semangat. Ini sesuai dengan keinginan Bapak Presiden agar tidak boleh ada anak yang tidak sekolah," katanya.

Terkait ketepatan sasaran program, Budi juga menyoroti pentingnya pemutakhiran data penerima bantuan.

Ia mengakui adanya tantangan sinkronisasi data dengan pemerintah pusat yang sering kali tidak berubah meski sudah diverifikasi di tingkat daerah.

Baca juga: Gubernur Andra Soni instruksikan jajaran tangani anak putus sekolah

Pihaknya menegaskan akan terus mengawal proses pengadaan lahan dan pemutakhiran data ini agar program Sekolah Rakyat dapat segera terealisasi secara permanen sesuai dengan visi pengentasan angka putus sekolah.

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Sosial Kota Serang Jatiah menambahkan bahwa akurasi data kemiskinan sering terkendala oleh keengganan warga melaporkan perubahan status kependudukan, seperti kematian anggota keluarga.

"Banyak masyarakat yang takut melapor jika keluarganya meninggal karena khawatir bantuan sosialnya akan terhapus. Padahal, kejujuran data sangat penting agar dukungan pendidikan dan bantuan ekonomi seperti pada program Sekolah Rakyat ini benar-benar diterima oleh yang berhak," katanya.

Baca juga: Pemkot Serang matangkan lahan untuk Sekolah Rakyat



Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026