Tangerang (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) berkomitmen memperkuat manajemen guru Sekolah Rakyat melalui kegiatan pelatihan penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) guna memastikan program tersebut berjalan optimal.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Tangerang, Kamis menegaskan kegiatan ini dalam rangka memperkuat kinerja guru-guru Sekolah Rakyat.

"Tentang bagaimana mereka membuat pelaporan harian terkait perkembangan siswa Sekolah Rakyat dan diukur dampaknya ke depan," katanya.

Baca juga: Gubernur Andra Soni instruksikan jajaran tangani anak putus sekolah

Ia menyampaikan, pelatihan ini dimaksudkan juga untuk membangun budaya kerja dan membentuk integritas para guru dalam melakukan segala hal secara profesional baik ketika diawasi maupun tidak.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul langsung memberikan arahan kepada perwakilan 306 guru dari 166 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Pembukaan diisi dengan penayangan video inspiratif siswa-siswa Sekolah Rakyat.

"Para guru adalah tangan-tangan perpanjangan dari Presiden untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin menggapai mimpi," tuturnya.

Baca juga: Kemensos beri bantuan atensi orang tua siswa Sekolah Rakyat di Serang

Dia juga menjelaskan latar belakang penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai pedoman bersama. Menurutnya, ini bagian dari upaya presiden untuk melaksanakan Pasal 34 UUD 1945.

"Mereka ada tapi tidak kelihatan, the invisible people itu ada di sekitar kita. Bapak Presiden mengajak bangsa ini menyisir mereka sebagai implementasi Pasal 34. Mari kita renungkan bersama," ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa pengelolaan Sekolah Rakyat tidak boleh biasa saja, harus bisa membangun jalan baru bagi anak-anak untuk keluar dari lingkaran ketidakberdayaan.

"Tujuan besar Sekolah Rakyat itu jelas, memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas dan berkarakter. SKP yang disusun harus mampu menjawab, apa dampak, perubahan, kontribusi kerja harian terhadap tujuan besar tersebut," tegasnya.

Baca juga: Pemkot Serang prioritaskan penyediaan lahan permanen untuk Sekolah Rakyat

Gus Ipul mengajak para guru untuk memahami konteks besar Sekolah Rakyat. SKP tidak boleh berdiri sendiri, tetapi harus selaras dengan visi pendidikan.

Menurutnya, SKP harus berbasis logika, mengikuti alur berpikir yang jelas, mulai dari proses yang dilakukan setiap hari, output hasil kerja, outcome di siswa, hingga impact untuk jangka panjang.

"Ketiga, SKP harus terukur. Target tahunan, bulanan, dan harian harus jelas dan konkrit," kata dia.

Baca juga: Pemkab Lebak targetkan Sekolah Rakyat secepatnya di gedung baru



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026