Tangerang (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyiapkan bantuan pendampingan bagi anak berhadapan hukum berinisial F, pelaku peledakan di Masjid SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, di Tangerang, Sabtu mengatakan bahwa bentuk pendampingan ini diberikan melalui layanan rehabilitasi sosial dan trauma healing agar proses pemulihan berjalan optimal.

"Salah satu peran Kemensos nanti mungkin pada masa-masa rehabilitasi. Jadi, masa-masa rehabilitasi kita akan coba memberikan pendampingan yang bekerja sama dengan Kepolisian," katanya.

Baca juga: Terduga pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta usai jalani operasi

Ia menyebutkan proses rehabilitasi terhadap anak berhadapan hukum ini dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga terkait yang terbiasa melakukan deradikalisasi, serta layanan psikososial yang akan diberikan kepada terduga anak berhadapan hukum tersebut.

"Tapi, tugas Kementerian Sosial, kita membantu untuk melakukan semacam proses rehabilitasi," ucapnya.

Gus Ipul menambahkan terkait pembentukan satuan petugas (Satgas) khusus agar hal tersebut tidak terulang lagi ke depannya, pihaknya menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Dia mengatakan saat ini pihak Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) serta kementerian lain telah diberi tugas Presiden untuk menangani pencegahan itu terulang kembali.

"Pada dasarnya kita tahu Presiden memiliki atensi yang sungguh-sungguh terhadap kejadian kemarin itu, dan telah menugaskan sejumlah menteri untuk melakukan langkah-langkah bagaimana ke depan untuk bisa mencegah, memitigasi berbagai hal yang kita tahu bisa berdampak buruk terhadap siswa," ujarnya.

Baca juga: Pekan depan SMAN 72 masih lakukan pembelajaran daring

Sebelumnya, pada 7 November 2025, terjadi ledakan di lingkungan SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tepatnya dalam kompleks Komando Daerah Maritim (Kodamar) TNI Angkatan Laut (AL).

Ledakan tersebut terjadi saat siswa dan guru sedang shalat Jumat di masjid di sekolah tersebut, dimana ledakan pertama terdengar ketika khutbah sedang berlangsung, disusul ledakan kedua yang diduga berasal dari arah berbeda.

Dengan adanya peristiwa itu menyebabkan para korban mengalami beragam cedera, termasuk luka bakar dan luka akibat serpihan, serta menyulut kepanikan dari warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Baca juga: 20 orang korban ledakan SMAN 72 masih dirawat di sejumlah rumah sakit

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026