Serang (ANTARA) - Bupati Serang, Banten, Ratu Rachmatuzakiyah meminta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) segera membangun tanggul di bantaran Sungai Cidurian, Kecamatan Carenang, guna mencegah banjir parah terulang kembali pada masa mendatang.
"Saya mendapat informasi bahwa di daerah sebelah Carenang sebetulnya sudah ada tanggul, namun di sini tidak ada. Maka ke depan kami akan koordinasi dengan BBWSC3 supaya ada pembuatan tanggul di Sungai Cidurian," kata Bupati Ratu Rachmatuzakiyah di Serang, Kamis.
Ia menilai pembangunan infrastruktur pengendali banjir sangat mendesak. Pasalnya, luapan sungai tersebut telah menyebabkan satu kampung harus mengungsi total karena rumah warga terendam hingga atap, dengan ketinggian air mencapai 2-4 meter.
Baca juga: Banjir Carenang Serang capai 1,2 meter, warga langsung siaga
Bupati Serang itu menegaskan segera berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut, agar ada solusi konkret bagi warga di Desa Mekar Sari, Pamanuk, dan Carenang.
"Semoga ke depan ada tindakan konkret. Insya Allah nanti kami akan langsung berkomunikasi dengan Kementerian PU," ucapnya.
Selain mendorong solusi jangka panjang, Bupati Ratu Rachamatuzakiyah juga memastikan penanganan darurat bagi korban banjir berjalan optimal. Pihaknya menjamin ketersediaan logistik makanan, layanan kesehatan bagi lansia dan balita, serta fasilitas sanitasi di posko pengungsian.
Diketahui, banjir akibat luapan Sungai Cidurian tersebut terjadi sejak Senin (26/1) dan merendam sejumlah wilayah, dengan dampak terparah terjadi di Kampung Selawe, Desa Mekar Sari.
Baca juga: Pemkot Tangerang percepat penanganan penyebab titik banjir
