Serang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Banten, mencatat sebanyak 1.108 jiwa dari 286 Kepala Keluarga (KK) masih bertahan di pengungsian akibat banjir yang belum surut di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, di Serang, Kamis, mengatakan para pengungsi tersebut merupakan korban banjir yang tersebar di dua kecamatan terdampak paling parah saat ini, yakni Kecamatan Carenang dan Kecamatan Binuang.
"Meskipun sebagian besar wilayah sudah kondusif, ada beberapa titik yang kembali terdampak banjir atau airnya belum surut, sehingga warga belum bisa kembali ke rumah," ujar Ajat.
Baca juga: Cegah banjir, Bupati Serang minta BBWSC3 bangun tanggul Cidurian
Berdasarkan data mutakhir Pusdalops BPBD Serang pukul 18.00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kecamatan Carenang. Di Kampung Perumahan Grand Mekarsari terdapat 90 KK atau 400 jiwa yang mengungsi, sementara di Kampung Selawe, Desa Mekarsari, tercatat 58 KK atau 182 jiwa.
Ajat menjelaskan, kondisi banjir di Kampung Selawe, Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, masih cukup tinggi dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 150 hingga 200 sentimeter.
Sementara itu, di Kecamatan Binuang, pengungsi berasal dari Desa Cakung dan Perumahan Green Harmony Warakas. Di wilayah ini, ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 90 sentimeter, meski di beberapa titik dilaporkan mulai mengalami penurunan.
Baca juga: Pemkab Serang bangun kolam retensi untuk atasi banjir di Kibin
"Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, kami terus mendistribusikan logistik. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, perlengkapan bayi, serta WC portabel," katanya.
Secara keseluruhan, bencana hidrometeorologi di Kabupaten Serang sejak awal Januari 2026 telah berdampak pada 39.404 jiwa. Sebanyak 2.061 jiwa yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya air di kecamatan lain seperti Padarincang, Cikande, dan Gunungsari.
Pemerintah Kabupaten Serang masih memberlakukan status Tanggap Darurat. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang masih mungkin terjadi hingga akhir Januari.
Baca juga: Banjir Carenang Serang capai 1,2 meter, warga langsung siaga
