Tangerang (ANTARA) - Wali Kota Tangerang Sachrudin meminta agar Koperasi Satya Karya mampu memberikan pendampingan bagi pengembangan koperasi kelurahan merah putih (KKMP) yang saat ini sedang digencarkan.

"Karena pendapatannya sudah bagus, ini bisa jadi contoh bagi koperasi merah putih melalui pendampingan. Sehingga program koperasi merah putih di Kota Tangerang bisa berjalan sesuai harapan," kata Wali Kota Sachrudin di Tangerang, Banten, Jumat.

Ia mengatakan penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi sejalan dengan imbauan presiden serta amanat Peraturan Perundang-Undangan tentang Koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi nasional. Namun demikian kemajuan koperasi bergantung pada semangat, komitmen, dan kebersamaan anggotanya.

"Koperasi merupakan salah satu bentuk perekonomian rakyat yang paling demokratis, karena hasil usahanya dinikmati bersama oleh para anggota,” ujar Sachrudin.

Baca juga: Pentingnya perlindungan merek kolektif bagi Koperasi Merah Putih

Khusus untuk Koperasi Satya Karya yang merupakan koperasi pegawai Pemkot Tangerang, Sachrudin menuturkan jika keberadaannya memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan anggota melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.

Maka itu Ia mengajak para pegawai untuk turut bergabung dan berperan aktif dalam mengembangkan usaha Koperasi Satya Karya.

"Koperasi tidak hanya berfokus pada layanan simpan pinjam, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai unit usaha lain yang produktif," katanya.

Baca juga: 847 Kopdes Merah Putih di Banten telah miliki lahan

Wali Kota Tangerang juga mengapresiasi kontribusi para anggota yang terus mendukung perkembangan koperasi, baik melalui simpanan pokok dan wajib maupun tambahan simpanan sukarela.

“Saya mengapresiasi kontribusi para pegawai yang terus memajukan dan mengembangkan koperasi. Ke depan, semoga bentuk usaha koperasi semakin beragam dan terus berkembang, tidak terbatas pada simpan pinjam saja,” kata dia.

Ketua Koperasi Satya Karya Mulyani mengatakan kinerja koperasi menunjukkan perkembangan positif, salah satunya ditandai dengan peningkatan Sisa Hasil Usaha (SHU) dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2024, SHU tercatat sebesar Rp11,17 miliar dan meningkat menjadi Rp11,9 miliar di tahun 2025.

"Capaian yang bagus ini menjadi tolak ukur untuk pengembangan ke depan serta pendampingan yang juga dilakukan bagi koperasi merah putih," katanya.

Baca juga: Pemprov sebut 55 persen Kopdes Merah Putih di Banten miliki lahan



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026