Mari kita jadikan koperasi sebagai instrumen masa depan
Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten mendorong Generasi Z (Gen Z) terlibat aktif dalam pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari upaya transformasi koperasi agar lebih adaptif, kreatif, dan berbasis digital.
Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengatakan koperasi harus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi generasi muda, bukan sekadar lembaga simpan pinjam.
“Mari kita jadikan koperasi sebagai instrumen masa depan. Bukan hanya tempat simpan pinjam, tetapi wadah kolaborasi, pemberdayaan, dan kemandirian ekonomi generasi muda,” kata Rina dalam keterangannya di Kota Serang, Rabu.
Baca juga: Perkuat ekonomi Serang, Mensos arahkan 84 ribu KPM gabung koperasi
Menurut dia, kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional berada pada kisaran 5–6 persen, sehingga penguatan sektor ini penting untuk memperkokoh fondasi ekonomi.
“Kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia berada pada kisaran 5 hingga 6 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa koperasi menjadi bagian penting dari fondasi ekonomi nasional,” ujarnya dalam kegiatan Soemitro Fest di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kota Serang, Selasa (24/2).
Namun demikian, partisipasi Gen Z dalam koperasi masih relatif rendah dibandingkan proporsi demografis mereka. Padahal, generasi ini dinilai adaptif terhadap teknologi, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap isu keberlanjutan.
"Jika koperasi ingin bertransformasi dan tetap relevan, maka ia harus hadir di ruang-ruang intelektual, berdialog dengan mahasiswa, beradaptasi dengan teknologi, serta membuka ruang kepemimpinan bagi generasi muda," katanya.
Baca juga: Mendes PDT: ritel modern yang ada tetap jalan, stop izin baru
Rina menekankan Koperasi Merah Putih tidak boleh identik dengan model lama. Transformasi perlu dilakukan melalui digitalisasi layanan, tata kelola yang transparan dan akuntabel, model bisnis berbasis platform, hingga kolaborasi dengan startup dan UMKM kreatif.
"Kita ingin koperasi menjadi ruang aktualisasi Gen Z, bukan hanya sebagai anggota, tetapi sebagai inovator, penggerak, bahkan founder koperasi-koperasi modern yang profesional dan kompetitif," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyebut program Koperasi Goes to Campus merupakan bagian dari literasi dan penguatan Koperasi Merah Putih dengan menyasar lingkungan kampus sebagai pusat calon pemimpin masa depan.
“Sehingga kita berharap lulusan-lulusan kampus bisa menjadi penggerak dan pengelola KDMP," katanya.
Pemprov Banten menyatakan akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, perguruan tinggi, dan pelaku usaha untuk memperluas partisipasi generasi muda dalam pengelolaan koperasi berbasis desa dan kelurahan tersebut.
Baca juga: KPM jadi anggota Kopdes Merah Putih bakal terima dividen
Pewarta: Devi Nindy Sari RamadhanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026