Tangerang (ANTARA) - Komisi VII DPR RI mendorong optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta penguatan sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kota Tangerang Selatan karena telah dialokasikan secara nasional sebesar Rp300 triliun.
"Kami harap, UMKM di Tangerang Selatan bisa menyerap alokasi yang sudah disiapkan secara nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional," kata Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay dalam acara Reses di Tangerang Selatan, Kamis.
Saleh mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan bisa melakukan pendataan dan rekrutmen calon penerima KUR secara sistematis melalui camat dan lurah.
Baca juga: Komisi VII DPR dorong industri furnitur perkuat daya saing di kancah global
Para pelaku UMKM didorong untuk mengajukan proposal pembiayaan yang kemudian disaring dan diperbaiki di tingkat daerah sebelum diajukan ke kementerian terkait dan bank penyalur.
“Dengan sistem yang terkoordinasi, proposal yang masuk bisa lebih matang dan peluang untuk disetujui bank penyalur juga lebih besar,” katanya.
Adapun bank penyalur KUR antara lain BRI, Mandiri, BNI, BSI, dan bank-bank Himbara lainnya. Komisi VII, lanjutnya, akan mengawal agar proses tersebut berjalan efektif sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia menambahkan, selama ini penyerapan KUR selalu tinggi bahkan kerap habis sebelum akhir tahun anggaran. Dengan kebijakan pemerintah yang pro terhadap ekonomi kecil dan menengah, DPR optimistis penyerapan KUR pada 2026 akan tetap tinggi dan semakin tepat sasaran.
“Kehadiran pemerintah harus dirasakan bukan hanya saat momentum politik, tetapi ketika masyarakat membutuhkan dukungan nyata, terutama dalam permodalan usaha,” ujarnya.
Baca juga: Dongkrak industri dalam negeri, Komisi VII DPR sempurnakan regulasi
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyambut baik adanya dorongan dari DPR RI terkait penyerapan KUR bagi UMKM sebagai dukungan. Apalagi berdasarkan data, di Tangerang Selatan terdapat 105 ribu pelaku UMKM dan ekonomi kreatif
"Mudah-mudahan sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk dengan para stakeholder dan perusahaan-perusahaan besar, bisa semakin erat untuk mendukung pertumbuhan pariwisata, UMKM, dan industri di Tangsel,” katanya.
Baca juga: Pergantian pimpinan OJK disebut tak ganggu stabilitas pasar modal
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026