Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten menyatakan dukungan pada penyelenggaraan Java Jazz 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk II, Kabupaten Tangerang, sebagai upaya mendorong penguatan sektor pariwisata dan pergerakan ekonomi daerah melalui agenda berskala internasional.
Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat menerima jajaran PT Java Festival Production di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Jumat.
Menurut dia, kehadiran Java Jazz di Banten menjadi momentum strategis untuk memperluas eksposur daerah di tingkat nasional maupun global.
“Kami senang dengan adanya perhelatan besar di Provinsi Banten. Apa yang bisa kami bantu, akan kami bantu. Terima kasih, kami akan dukung agar acara ini berjalan lancar,” ujar Andra Soni.
Baca juga: Sakit, Ningning aespa absen dari acara musik akhir tahun di Jepang
Gubernur menilai pemilihan lokasi di PIK II sangat mendukung kelancaran penyelenggaraan acara karena memiliki akses langsung ke jalan tol dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, serta didukung fasilitas penunjang seperti hotel dan kawasan kuliner.
“Di PIK II juga banyak fasilitas kuliner dan hotel,” katanya.
Ia menambahkan, kesiapan kawasan PIK II dari sisi pengelolaan parkir dan fasilitas pendukung lainnya diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung yang diperkirakan mencapai hingga 120 ribu orang selama tiga hari pelaksanaan.
Lebih jauh, Andra Soni menekankan bahwa dukungan Pemprov Banten tidak hanya difokuskan pada kelancaran acara, tetapi juga diarahkan agar Java Jazz 2026 memberi dampak lebih luas bagi daerah. Ia mendorong penyelenggara untuk mengintegrasikan promosi destinasi wisata Banten dalam rangkaian kegiatan dan publikasi acara.
Baca juga: Adele akan debut akting dalam film "Cry to Heaven"
Menurutnya, Provinsi Banten memiliki beragam potensi wisata unggulan, mulai dari wisata pantai, Taman Nasional Ujung Kulon, hingga wisata sejarah dan religi di kawasan Keraton Kesultanan Banten, yang dapat menjadi daya tarik tambahan bagi penonton Java Jazz.
“Oleh karena itu, kami berharap para pengunjung tidak hanya menonton pertunjukan musik, tetapi juga berwisata di Banten. Informasi destinasi, akses, dan moda transportasi perlu disampaikan secara masif,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan PT Java Festival Production Dwi Cahyono menyampaikan bahwa Java Jazz 2026 akan digelar pada 29–31 Mei 2026 dan menjadi tonggak sejarah baru karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar Jakarta.
“Pada tahun 2005 Java Jazz digelar di Jakarta Convention Center, kemudian pada 2009 pindah ke Jakarta International Expo. Pada tahun 2026 ini, kami selenggarakan di NICE PIK II,” kata Dwi.
Baca juga: Gubernur Banten ajak PAPPRI mitra strategis ekonomi kreatif Banten
Ia menyebutkan, Java Jazz selama ini rata-rata dikunjungi 105.000 hingga 120 ribu penonton dengan menghadirkan sekitar 300 artis yang tampil di 10 panggung selama tiga hari penyelenggaraan.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susiyanti menilai kehadiran Java Jazz 2026 sebagai peluang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan penyelenggara kegiatan dalam mempromosikan pariwisata, budaya, dan kuliner Banten kepada khalayak yang lebih luas.
“Ini kesempatan baik untuk memperkenalkan destinasi wisata, budaya, dan kuliner yang ada di Banten kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Baca juga: Festival Band Pelajar Kota Tangerang jadi wadah ekspresi seni musik
