Lebak (ANTARA) - Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten menjual daun pakis dan rebung di sejumlah wilayah di Jakarta lepas dari kemiskinan, karena menghasilkan pendapatan ekonomi keluarga.
"Kami dari jualan daun pakis dan rebung bambu mampu menghasilkan pendapatan ekonomi rata-rata Rp1,3 juta per hari," kata Sukatma (55) seorang petani di Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak, Minggu.
Selama ini, dirinya setiap hari menjual daun pakis dan rebung m, karena permintaan konsumen cukup tinggi.
Baca juga: Dinas Lebak sebut KDKMP jadi penggerak ekonomi pelaku UMKM
Konsumen mereka, selain pelanggan rumah makan Padang juga dijual pengecer di pasar Kebayoran , Palmerah dan Tanabang, Jakarta.
Bahkan, dirinya sudah empat tahun terakhir ini mampu lepas dari kemiskinan, terlebih tinggal di kampung sulit untuk mendapatkan ekonomi.
Saat ini, kata dia, dirinya merasa bahagia setelah adanya commnuterline atau Kereta Rel Listrik (KRL) bisa menjual hasil pertanian ke Jakarta.
Produksi daun pakis dan rebung juga terkadang membawa jengkol dan dimasukkan ke atas menggunakan jasa angkutan KRL itu.
Pendapatan hasil penjualan daun pakis sebanyak 50 ikat dan dijual Rp20 ribu/ikat jika dikalkulasikan menghasilkan pendapatan Rp1 juta.
Begitu itu juga penjualan rebung dengan banyak 30 plastik dan dijual Rp10 ribu/ plastik, bila dikalkulasikan menghasilkan pendapatan Rp300 ribu.
"Kami hampir setiap hari menjual daun pakis dan rebung bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga," kata Sukatma.
Baca juga: Harga cengkeh kering di Lebak Rp100.000 per kilogram
Begitu juga petani lainnya di Kecamatan Maja Kabupaten Lebak Saman (50) mengaku dirinya sudah berlangsung 20 tahun menjual daun pakis, daun singkong, daun kangkung, daun bayam hingga daun genjer, juga terkadang buah rambutan, manggis dan dukuh jika musim panen.
Komoditas pertanian itu, selain miliknya juga terkadang menampung dari petani lain.
Namun, dirinya dijual ke tingkat pedagang pengecer di Pasar Kebayoran, Palmerah dan Ciputat menggunakan kendaraan colt mini.
"Kami bisa menghasilkan keuntungan relatif lumayan dan lepas dari kemiskinan," katanya menjelaskan.
Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki mengatakan pemerintah daerah mendorong petani agar mendongkrak hasil pertanian, sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga ,sekaligus menghapuskan kemiskinan ekstrem.
Apalagi, sekarang PT Kereta Api Indonesia menyediakan gerbong khusus untuk komoditas pertanian, sehingga bisa dipasarkan ke luar daerah.
"Kami minta petani mampu produksi komoditas pertanian dan bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga," katanya menjelaskan.
Baca juga: Petani Badui bersyukur panen durian gulirkan ratusan juta rupiah per hari
