Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dilengkapi dengan keunggulan kemandirian pangan dalam rangka memperkuat ekosistem rantai pasok bahan baku.
Dalam acara Peresmian dan Groundbreaking 1.179 SPPG serta 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri oleh Presiden RI di kawasan Jakarta Barat, Jumat, Kapolri mencontohkan SPPG Polda Metro Jaya yang menerapkan kemandirian pangan.
Ia mengatakan bahwa SPPG tersebut memanfaatkan lahan seluas 49 hektare. Pada lahan tersebut, tersedia tambak ikan yang berisi 102.000 ekor ikan bandeng; nila; dan mujair, serta udang sebanyak 600.000 ekor. Ada pula kandang yang berisi 1.000 ekor ayam dan 100 ekor kambing.
“Tambak dan kandang ini akan membentuk siklus rantai pakan yang berkelanjutan,” katanya.
Baca juga: Program MBG di Kabupaten Serang sasar siswa SKh
Selain itu, SPPG Polda Metro Jaya juga mengembangkan tanaman hidroponik dan sistem biofloc yang terus ditingkatkan sebagai penopang ketersediaan bahan baku dapur.
Tidak hanya di SPPG Polda Metro Jaya, Kapolri mengatakan bahwa SPPG Polda DI Yogyakarta juga memiliki pabrik pakan ayam, kandang ayam, greenhouse, dan gudang sentral untuk mendukung penyimpanan dan distribusi bahan baku.
Ia menargetkan bahwa ke depan, seluruh SPPG Polri akan didukung dengan ekosistem rantai pasok bahan baku guna menjamin ketersediaan pasokan yang berkelanjutan, menjaga stabilitas harga dan kualitas bahan baku, serta mewujudkan kemandirian pangan yang terintegrasi yang diharapkan.
“Penguatan ekosistem ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rantai pasokan bahan baku SPPG, sekaligus menciptakan multiplier effect melalui pelibatan petani, peternak, UMKM, dan pelaku logistik lokal, sehingga mampu mendukung perputaran ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Baca juga: DPR tekankan percepatan pembentukan SPPG di Banten demi meratanya MBG
Lebih lanjut, jenderal polisi bintang empat itu mengatakan bahwa saat ini 201 SPPG Polri telah memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi, 119 SPPG Polri telah memiliki Sertifikat Halal, dan 147 SPPG Polri telah memiliki Sertifikat Uji Laboratorium Air.
“Untuk menjamin standar tersebut berjalan secara optimal, SPPG Polri dilengkapi peralatan berupa filter air dan water heater untuk pengelolaan air, biotank untuk pengelolaan limbah, serta rak food tray UV dan steamer food tray guna menjaga kebersihan sanitasi dan kualitas penyajian,” tuturnya.
Sejalan dengan itu, untuk mempertahankan zero accident, ia mengatakan bahwa seluruh SPPG Polri menerapkan prinsip food security dan food safety secara ketat.
Pengamanan itu melalui penggunaan test kit sebagai quality control untuk memastikan bahan pangan aman dan layak konsumsi.
Baca juga: DPRD Kota Tangerang tekankan evaluasi SPPG rutin dilakukan jaga kualitas
Untuk menjamin ketersediaan test kit, Polri mengembangkan Farmapol Pusdokkes sebagai produsen food safety kit yang dapat menyediakan 400 unit per bulan pada tahap awal.
“Selanjutnya, pada jangka menengah, (Farmapol Pusdokkes) ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan 1.500 SPPG Polri dan pada jangka panjang diproyeksikan akan mampu mendukung kebutuhan 33.000 SPPG pada skala nasional,” imbuhnya.
Diketahui, pada Jumat ini, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan 1.179 SPPG serta 18 gudang ketahanan pangan Polri. Acara ini dilaksanakan di SPPG Palmerah di kawasan Jakarta Barat.
Sejumlah menteri dan kepala lembaga hadir dalam acara ini, di antaranya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, hingga Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar.
Baca juga: 52 SPPG di Kota Serang telah miliki sertifikat laik higiene
