Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak kepada kaum buruh hingga pengusaha di Tanah Air untuk turut serta menjaga iklim investasi kondusif di tengah dinamika geopolitik global.

"Kita sepakat bahwa Indonesia harus bisa menghadapi situasi geopolitik global ini. Salah satunya bagi rekan-rekan buruh dan rekan-rekan pengusaha untuk bisa eksis dan salah satunya adalah bagaimana kita berupaya untuk mewujudkan iklim investasi yang kondusif," ungkap Kapolri Sigit saat menghadiri agenda Halalbihalal Buruh di Tangerang, Selasa.

Ia menyebut, Indonesia telah sepakat bersama untuk bisa menjaga suasa kondusif untuk menghindari situasi krisis ekonomi yang juga berdampak kepada situasi dalam negeri.

Baca juga: Polri dukung peningkatan layanan kesehatan peserta BPJS bagi buruh

Oleh karenanya, katanya, bila kaum buruh dan pengusaha industri ikut andil dalam menjaga iklim yang kondusif, maka akan tercipta investasi yang baik untuk pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Dan saya kira Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat luar biasa, kita memiliki sumber daya manusia yang cukup besar dan kita siap untuk bisa bersaing dengan negara lain terkait dengan investasi," ujarnya.

Kapolri pun mendorong agar seluruh elemen masyarakat, lembaga hingga pengusaha bisa bersama-sama untuk bersinergi dalam menciptakan iklim ekonomi yang kuat.

"Dan kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menyelesaikan hal-hal yang bersifat industrial, hubungan-hubungan sengketa industrial dengan baik tanpa harus terjadi situasi-situasi yang tentunya berdampak terhadap eskalasi," katanya. 

Baca juga: Polda Banten dan SPSI kolaborasi edukasi perlindungan buruh

Ia percaya, kaum buruh dan pengusaha di Indonesia bisa berdiskusi atau tukar pikiran dalam menciptakan sirkulasi investasi yang sehat melalui susunan rancangan aturan yang disepakati bersama.

"Dan kita dorong juga bagaimana rekan-rekan buruh dan pengusaha untuk berembuk dalam hal menyusun dan merevisi Undang-Undang Ciptaker (Cipta Kerja) ke depan, sehingga kemudian terjadi satu kesepakatan bersama yang kemudian tinggal dijadikan norma. Nanti direvisi Undang-Undang Ciptaker," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga mengajak pada momen peringatan Hari Buruh atau May Day dijadikan simbol perjuangan bahwa Indonesia bisa melewati segala situasi krisis, sehingga ruang investasi di mata dunia aman dan terbuka lebar.

"Mari kita rayakan hari ulang tahun ini dengan baik, dengan aman, dengan tertib, dan tentunya kita tunjukkan kepada dunia bahwa buruh Indonesia, pengusaha Indonesia, semuanya kompak dan siap memberikan ruang bagi investasi yang akan masuk di Indonesia," kata dia.

Baca juga: Serikat buruh akan hadiri RDP bersama Komisi III DPR RI



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026