Serang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, meresmikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hasil kolaborasi sektor swasta yang secara khusus diperuntukkan bagi siswa-siswi sekolah khusus (SKh) di wilayah Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, di Serang, Kamis, menjelaskan bahwa program ini memiliki keunikan karena tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan murni hasil kerja sama antara PT Baja Perkasa Sentosa (BPS) dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa.
"Sasaran program ini bukan siswa sekolah umum, melainkan anak-anak berkebutuhan khusus, mulai dari tuna rungu, tuna netra, hingga autis. Kami sangat mengapresiasi karena ini adalah MBG mandiri pertama di Kabupaten Serang," ujar Zaldi saat menghadiri peresmian program MBG di PT Baja Perkasa Sentosa (BPS), Kibin.
Baca juga: DPR tekankan percepatan pembentukan SPPG di Banten demi meratanya MBG
Penerima manfaat program ini meliputi siswa dari tiga sekolah, yakni SKh Bina Citra Anak, SKh Global Insani Madani, dan SKh Permata Jannah yang berlokasi di sekitar area perusahaan.
Zaldi menegaskan bahwa keterlibatan pihak swasta sangat krusial mengingat keterbatasan pemerintah dalam menangani seluruh persoalan daerah.
Ia berharap langkah ini menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat.
Baca juga: DPRD Kota Tangerang tekankan evaluasi SPPG rutin dilakukan jaga kualitas
Dukungan serupa disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Serang, IG Punia Atmaja. Ia menilai kolaborasi ini sebagai bentuk apresiasi terhadap sektor swasta yang mampu menyukseskan program pemerintah tanpa melibatkan uang negara.
"Ini adalah bentuk kemitraan yang transparan dan murni inisiatif bisnis sosial. Kami mendorong pihak swasta lainnya untuk mengikuti jejak kolaborasi ini," kata Punia.
Sekretaris Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Muhammad Anzar Latifansyah, menambahkan bahwa pihaknya sengaja menginisiasi program ini tanpa menunggu anggaran pemerintah guna mempercepat peningkatan ekonomi dan gizi masyarakat.
"Untuk menu makanan, kami bekerja sama dengan pelaku UMKM lokal dan telah berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang guna memastikan standar gizi nya. Harapannya, program ini tidak hanya menyehatkan siswa, tetapi juga mendongkrak ekonomi warga setempat," tutur Anzar.
Baca juga: 52 SPPG di Kota Serang telah miliki sertifikat laik higiene
