Jakarta (ANTARA) - Departemen Kesehatan Florida mengeluarkan laporan yang menyoroti hasil uji kadar logam berat dalam 46 produk permen.
Dalam laporan yang dikeluarkan minggu lalu itu, departemen melakukan pengujian pada cokelat hingga permen kenyal, permen termasuk produk dari merek-merek ternama, seperti Hershey Company, Mars sampai dengan Tootsie Roll Industries menurut siaran Eating Well pada Selasa (3/2) waktu setempat.
Dari 46 permen yang diuji, Departemen Kesehatan Florida mencatat bahwa 28 mengandung kadar arsenik beracun, yang dapat mengkhawatirkan baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.
“Paparan arsenik melebihi batas yang dianggap aman dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk kanker paru-paru, kulit, ginjal, dan kandung kemih,” demikian pernyataan di situs web pemerintah negara bagian.
Baca juga: UMM kembangkan permen jeli antidiabetes khusus anak-anak
Merek-merek yang terdeteksi mengandung arsenik dalam kadar tinggi menurut Pemerintah Florida antara lain Black Forest Gummy Bears. Laffy Taffy Banana, Nerds Grape, Nerds Strawberry, Nerds Gummy Clusters, SweeTarts Original, SweeTarts Rope, Trolli Sour Brite Crawlers, Hershey’s Cookies ’N’ Creme.
Berikutnya Jolly Rancher Hard Candy Sour Apple, Jolly Rancher Hard Candy Strawberry, Kit Kat, Snickers, Skittles Original, Sour Patch Kids, Dots, Tootsie Fruit Chew jeruk nipis sampai dengan Smart Sweets Karamel.
Sementara itu, camilan yang tercatat tidak memiliki risiko kadar arsenik tinggi yang teridentifikasi antara lain Permen Beruang Black Forest Organik, Laffy Taffy Cherry, Cokelat Susu Hershey, Reese's Peanut Butter Cups, Whoppers, M&M's, Twix, Milky Way, Annie's Organic Bunny Fruit Flavored Snacks Berry Patch, Smart Sweets Red Twists, semua produk Unreal yang diuji, dan semua produk Yum Earth yang diuji.
Badan Registri Zat Beracun dan Penyakit dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit setempat juga mencatat bahwa mengonsumsi arsenik dalam kadar tinggi dapat menyebabkan gejala seperti “iritasi lambung dan usus, kerusakan pembuluh darah, perubahan kulit, dan penurunan fungsi saraf.
Baca juga: Ini kebiasaan yang bisa mempengaruhi kesehatan metabolisme
Ahli biologi molekuler dan advokat kesehatan masyarakat Marion Nestle, PhD, MPH turut berkomentar bahwa situasi tersebut mendorong masyarakat untuk bergantung pada pemerintah dalam memberikan informasi dan melaksanakan pengujian.
“Kita sebagai konsumen tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah logam berat dalam makanan ada atau tidak, dan juga tidak memiliki cara untuk menilai seberapa serius masalah yang mungkin ditimbulkannya,” kata Nestle.
“Dalam situasi khusus ini, saya ingin mengetahui tidak hanya berapa banyak arsenik yang ada dalam permen ini, tetapi juga berapa banyak arsenik yang didapatkan anak-anak dan orang dewasa dari makanan lain yang mereka makan dan kemudian, pada tingkat berapa gejala keracunan arsenik mulai muncul," tambahnya.
Baca juga: Catat, ini penyakit yang harus menghindari asupan garam
