Lebak No (ANTARA) - Harga komoditas cabai ditingkat pengecer di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten merangkak naik berkisar antara Rp3.700 sampai Rp10.000 per kilogram (kg).
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Yani di Lebak, Jumat mengatakan, berdasarkan pemantauan harga cabai ditingkat pengecer di sejumlah pasar tradisional di daerah ini merangkak naik akibat cuaca ekstrem yang ditandai curah hujan tinggi hingga menyebabkan suhu lembab dan berpotensi serangan penyakit tanaman.
Bahkan, di antaranya di sentra produksi cabai di Lebak menurun dan petani memanen lebih awal, karena khawatir tanaman padi membusuk.
Baca juga: Inflasi Banten pada Desember 2025 0,67 persen, dipicu cabai rawit
Kenaikan harga cabai itu antara lain jenis cabai merah keriting dijual Rp47.000 per kg, dibandingkan sebelumnya Rp44.700 per kg, cabai merah besar Rp51.500 per kg sebelumnya Rp45.200 per kg.
Sedangkan, cabai rawit hijau dijual Rp54.400 per kg dari sebelumnya Rp50.400 per kg dan cabai rawit merah Rp72.400 per kg dari sebelumnya Rp62.400 per kg.
"Meski produksi cabai produksi menurun akibat curah hujan tinggi, namun permintaan konsumen terpenuhi, karena pedagang mendatangkan dari petani Jabar," kata Yani.
Baca juga: Petani Lebak panen raya padi, bisa enam ton per hektare
Ia mengatakan, harga daging juga terjadi kenaikan, seperti daging sapi ditingkat pengecer dijual Rp145.400 per kg dari sebelumnya Rp140.000 per kg dan harga daging kerbau Rp150.200 per kg dari sebelumnya Rp144.000 per kg.
Namun, harga beras medium ditingkat pengecer relatif stabil dan tidak terjadi kenaikan, karena petani lokal diberbagai daerah musim panen.
Untuk harga beras medium KW 1 dijual Rp13.400 per kg, beras medium KW 2 dijual Rp12.500 per kg dan beras medium KW 3 Rp11.500 per kg.
"Kami meyakini harga beras medium stabil, karena produksi beras melimpah," kata Yani.
Baca juga: Dukung swasembada pangan, Pemkab Lebak perbaiki delapan daerah irigasi
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026