Tangerang (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengh (UMKM) mengajak industri musik untuk melibatkan produk dan jasa pelaku usaha kecil di daerah mulai dari bahan baku hingga perlengkapan pendukung alat musik guna membuka peluang ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM Tina Maman Abdurrahman di Tangerang, Banten, Senin, mengatakan potensi ekonomi dapat ikut tumbuh dari keberadaan sekolah musik yang jadi bagian industri musik, karena sekolah musik tidak hanya mencetak musisi dan seniman baru, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha bagi pelaku UMKM.
"Kita bisa membangun ekosistem antara pemilik sekolah musik, para musisi, pelaku usaha, dan UMKM. Misalnya bahan baku alat musik seperti kayu untuk gitar atau komponen lainnya bisa melibatkan para perajin daerah," kata Tina usai peresmian Dialogue Music School di Tangerang.
Baca juga: BI Banten optimalkan wakaf produktif untuk berdayakan UMKM
Menurutnya, meskipun beberapa alat musik seperti piano masih banyak diimpor dari negara lain, peluang keterlibatan industri dan perajin lokal tetap terbuka.
"Memang ada alat musik yang sebagian besar masih berasal dari luar negeri seperti Jepang atau Jerman. Namun bukan berarti seluruh komponennya harus dari luar. Kita bisa menggandeng perajin Indonesia untuk memproduksi berbagai bagian atau material pendukungnya." ujarnya.
Tina optimistis Indonesia memiliki banyak perajin berkualitas yang dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri musik nasional. "Kita memiliki banyak sekali perajin di Indonesia yang potensinya bisa terus dikembangkan untuk mendukung industri musik dan ekonomi kreatif," kata dia.
Baca juga: Dekranasda Provinsi Banten gandeng pengusaha muda angkat kuliner lokal
Kepala Sekolah Dialogue Music School Mouritz Kansil menambahkan kehadiran sekolah musik di wilayah Tangerang menjadi salah satu contoh pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor ekonomi kreatif.
Melalui konsep yang menggabungkan pendidikan musik dan penjualan alat musik dalam satu lokasi, usaha ini tidak hanya menciptakan peluang bisnis baru, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi para musisi dan tenaga pengajar.
Menurutnya, sekolah musik dapat menjadi ruang produktif bagi para musisi untuk tetap berkarya dan memperoleh penghasilan, terutama ketika aktivitas pertunjukan atau tur sedang tidak berlangsung.
Baca juga: Atasi kemiskinan, Pemkab Tangerang perkuat usaha mikro hingga ekraf
Selain menyediakan layanan pendidikan musik, usahanya juga menghadirkan music store yang bekerja sama dengan distributor alat musik nasional untuk menyediakan berbagai kebutuhan instrumen bagi masyarakat
"Kehadiran toko ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap alat musik berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem industri musik di daerah," katanya.
Saat ini pihaknya memiliki sekitar 20 tenaga pengajar dan lebih dari 50 siswa aktif. Ke depan, usaha ini menargetkan kapasitas hingga 300 siswa serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pelaku industri musik, termasuk musisi profesional dan produsen alat musik.
"Melalui pengembangan usaha berbasis kreativitas dan pendidikan, kami meyakini bahwa sektor musik tidak hanya berperan sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak UMKM, pencipta lapangan kerja, dan penguat ekonomi kreatif nasional," katanya.
Baca juga: Produksi UMKM asal Lebak miliki potensi besar tembus pasar ekspor
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026