Serang (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten terus melakukan terobosan dalam mengembangkan ekonomi syariah, salah satunya dengan mengoptimalkan instrumen wakaf produktif untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis masjid.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Ameriza M Moesa di Serang, Jumat, menyatakan bahwa pihaknya tengah mendorong perubahan paradigma agar masjid tidak sekadar menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga menjadi poros pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Selama ini orang menganggap masjid hanya sebagai tempat ibadah. Padahal di balik masjid itu ada potensi ekonomi yang besar. Makanya, kami membuat pilot project (proyek percontohan) dengan Masjid Raya Bintaro untuk pemberdayaan ekonomi umat," katanya.
Baca juga: BI Banten pastikan momentum Hari Raya Idul Adha tak picu lonjakan inflasi
Langkah utama dalam proyek tersebut adalah optimalisasi wakaf produktif. Ameriza menjelaskan, jika masyarakat selama ini lebih mengenal wakaf dalam bentuk aset tidak bergerak seperti tanah, kini instrumen tersebut dikembangkan menjadi modal kerja yang produktif.
"Wakaf produktif ini kami arahkan untuk modal kerja bagi UMKM. Sistemnya berjalan seperti dana bergulir (revolving fund)," katanya menjelaskan.
Guna memastikan transparansi dan kemudahan akses, pengelolaan wakaf produktif tersebut tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan telah terintegrasi dengan sistem digital. Masyarakat kini dapat menyalurkan wakaf produktif melalui sebuah aplikasi dan secara langsung memilih ke mana dana tersebut akan dialokasikan.
Selain penyaluran modal, ekosistem ekonomi masjid itu juga diperkuat melalui kolaborasi pembinaan. Ia mengatakan mengingat banyaknya masjid di wilayah Tangerang Selatan yang menaungi para pedagang sekitar, BI Banten turut memfasilitasi pendampingan agar usaha para pelaku UMKM tersebut dapat terus berkembang.
Baca juga: Transaksi festival ekonomi syariah di Tangsel capai Rp3,1 miliar
Ameriza meyakini potensi keuangan syariah di Banten memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih cepat di atas angka 10 persen per tahun. Oleh karena itu, penguatan edukasi dan sosialisasi terus digalakkan.
Ke depannya, BI Banten bahkan menargetkan agar konsep ekonomi syariah tidak hanya eksklusif menyasar basis Muslim, tetapi juga meluas ke komunitas non-Muslim.
"Banyak yang beranggapan ekonomi syariah itu hanya untuk orang Islam, padahal tidak. Ini adalah sebuah konsep ekonomi universal. Lewat edukasi dan kolaborasi lintas komunitas, kita harapkan potensi pasarnya bisa terus meningkat," ujar dia.
Baca juga: BI proyeksikan Banten jadi pusat ekonomi syariah nasional
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026