Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, mengimbau petani agar memaksimalkan penggunaan pompa air bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengatasi kekeringan saat menghadapi musim kemarau panjang atau El Nino.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar di Lebak, Senin, mengatakan pemerintah daerah mengimbau petani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dapat menggunakan pompa-pompa tersebut guna mengatasi kekeringan dalam menghadapi kemarau panjang.
Kementan, menurut Rahmat, banyak menyalurkan bantuan pompa ke petani untuk mengatasi kekeringan, agar tetap menghasilkan produksi pangan.
Baca juga: Pemprov Banten salurkan 30 unit pompa dukung produksi pangan
Saat ini, kata dia, diberbagai wilayah di Kabupaten Lebak areal persawahan mulai mengalami kekeringan.
"Kami saat ini tengah melakukan pendataan jumlah areal persawahan yang mengalami kekeringan dan dipastikan dilakukan pompa irigasi dengan menyedot air dari sungai maupun embung," kata Rahmat.
Menurut dia, petani selain menerima pompa juga mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian atau alsintan di antaranya traktor dan mesin bajak sawah untuk membantu mempercepat pengolahan lahan.
Baca juga: Petani Lebak gunakan pompa air untuk hadapi kekeringan
Dengan penggunaan alsintan, proses persiapan lahan hingga penanaman padi dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
"Kami mendukung percepatan tanam melalui pemanfaatan alsintan agar proses pengolahan lahan menjadi lebih cepat," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Didin (55) seorang petani di Blok Lalay Cibadak Kabupaten Lebak mengatakan tanaman padi miliknya berusia rata-rata 20 hari setelah tanam mulai kekeringan akibat tidak ada hujan selama sepekan terakhir.
Karena itu, pihaknya menggunakan pompa bantuan pemerintah untuk menyedot air dari Kali Cisangu agar terpenuhi ketersediaan pasokan air.
"Kami memanfaatkan pompa bantuan agar tanaman padi bisa terselamatkan dan dapat menghasilkan panen," katanya.
Baca juga: Banten masuk delapan besar produsen beras nasional
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026