Serang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat inflasi pada Desember 2025 sebesar 0,67 persen secara bulanan (month to month), dengan cabai rawit sebagai penyumbang terbesar kenaikan harga.

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Provinsi Banten Saeful Hidayat diikuti daring dalam rilis Berita Resmi Statistik BPS Banten di Kota Serang, Senin, mengatakan inflasi bulanan tersebut ditandai dengan kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 108,8 pada November 2025 menjadi 109,53 pada Desember 2025.

“Pada bulan Desember 2025 di Provinsi Banten terjadi inflasi secara month to month sebesar 0,67 persen,” kata Saeful Hidayat.

Baca juga: Komoditas makanan jadi penyumbang inflasi di Kota Tangerang

Secara tahunan (year on year) dan tahun kalender (year to date), BPS mencatat inflasi Banten sebesar 2,74 persen, atau naik dibandingkan Desember 2024 yang tercatat pada IHK 106,61.

“Dengan demikian, tingkat inflasi year on year pada Desember tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2024, namun masih berada dalam rentang sasaran inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen,” ujar Saeful.

Menurut dia, inflasi bulanan Desember 2025 terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 1,6 persen dengan andil inflasi mencapai 0,5 persen.

“Sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok transportasi masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,07 persen,” katanya.

Baca juga: Walikota Cilegon beri penghargaan PT ABM atas peran pengendalian inflasi.

Adapun komoditas utama penyumbang inflasi bulanan didominasi bahan pangan, yakni cabai rawit dengan andil inflasi 0,23 persen, daging ayam ras 0,08 persen, emas perhiasan 0,06 persen, telur ayam ras 0,05 persen, dan air kemasan 0,04 persen.

Di sisi lain, BPS juga mencatat sejumlah kelompok pengeluaran mengalami deflasi, antara lain kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,33 persen serta kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen.

“Komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar antara lain cabai merah, daging sapi, wortel, bawang merah, dan salak,” kata Saeful.

Untuk inflasi tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi pendorong utama dengan inflasi sebesar 4,54 persen dan andil inflasi mencapai 1,45 persen.

Baca juga: Polda Banten awasi harga beras di Serang untuk pastikan tetap sesuai HET

Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tertinggi secara tahunan, yakni 11,19 persen dengan andil inflasi 0,68 persen.

Pada level komoditas, inflasi tahunan terbesar dipicu oleh emas perhiasan dengan andil 0,65 persen, diikuti cabai rawit 0,21 persen, daging ayam ras 0,18 persen, cabai merah 0,15 persen, dan bawang merah 0,09 persen.

Berdasarkan wilayah, inflasi bulanan tertinggi pada Desember 2025 terjadi di Kabupaten Pandeglang sebesar 1,09 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Serang sebesar 0,48 persen.

Sementara inflasi tahunan tertinggi juga terjadi di Kabupaten Pandeglang sebesar 3,18 persen, dan terendah di Kota Tangerang sebesar 2,55 persen.

Baca juga: BI Banten proyeksikan realisasi investasi 2025 tembus Rp100 triliun

 



Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026