Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen pihaknya mendukung para atlet paralimpik berprestasi di tingkat dunia, menyusul capaian atlet boccia asal Kota Cilegon, Handayani, yang meraih medali emas pada ASEAN Para Games 2026 di Thailand.
Andra Soni menyampaikan prestasi Handayani menunjukkan keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi di level internasional, sekaligus menjadi momentum memperkuat ekosistem pembinaan atlet paralimpik agar berkesinambungan.
“Mewakili masyarakat Banten, saya mengucapkan selamat dan menyampaikan rasa bangga kami. Dengan segala keterbatasannya, Handayani mampu menjuarai kejuaraan antarbangsa di Thailand,” ujarnya dalam keterangannya di Kota Serang, Jumat.
Ia menilai keberhasilan tersebut harus diikuti dengan perhatian jangka panjang, baik dalam aspek pembinaan, pendampingan mental, maupun dukungan lintas lembaga agar atlet paralimpik memiliki kesinambungan prestasi hingga level dunia.
Baca juga: Tim Indonesia lewati target emas di APG 2025
Andra Soni mengungkapkan Handayani saat ini berada di peringkat keempat dunia cabang olahraga boccia, posisi strategis untuk menatap ajang internasional berikutnya.
"Target ke depan adalah menjaga posisi ini agar lolos ke Asian Para Games di Nagoya dan puncaknya pada Paralimpiade Los Angeles 2028. Mari kita doakan bersama agar langkahnya dimudahkan,” katanya.
Terkait pola pembinaan, Gubernur menjelaskan secara teknis atlet paralimpik berada di bawah koordinasi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Namun demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen memperkuat dukungan moral, fasilitasi, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.
“Ini adalah hasil kerja keras NPCI. Namun, sebagai sesama warga Banten, saya sangat bangga atas pencapaian luar biasa ini,” ujar Andra Soni.
Handayani merupakan satu-satunya atlet asal Provinsi Banten yang mewakili Indonesia pada ASEAN Para Games 2026 dan berhasil mempersembahkan medali emas bagi Merah Putih di cabang boccia klasifikasi BC1.
Baca juga: 80 atlet disabilitas ikuti kejuaraan olahraga pekan paralympic kota
Selain berprestasi di olahraga, Handayani juga menempuh pendidikan akademik hingga lulus sarjana dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada 2021, yang mencerminkan keseimbangan antara prestasi olahraga dan pengembangan sumber daya manusia.
Atlet kelahiran Cilegon pada 5 Agustus 1996 itu telah menorehkan sejumlah prestasi, antara lain medali emas Peparnas XVI Papua 2021, medali di ASEAN Para Games Solo dan Kamboja, serta medali perak Asian Para Games Guangzhou.
Sementara itu Handayani menyampaikan perhatian langsung dari Gubernur Banten menjadi dorongan psikologis penting untuk menjaga motivasi bertanding.
“Dukungan ini sangat berarti dan menjadi semangat bagi saya untuk terus berprestasi. Fokus saya saat ini adalah menjalani latihan intensif enam hari dalam seminggu, menjaga kondisi fisik, pola makan, hingga kesiapan mental agar lebih tenang saat bertanding,” kata Handayani.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap atlet paralimpik dapat terus ditingkatkan agar pembinaan berjalan konsisten dan berkelanjutan.
Baca juga: Pemprov Banten: Peparpeda jadi ukuran atlet menuju Peparmas di Jateng
