Tangerang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Banten mengajak masyarakat meluangkan waktu minimal satu jam dalam sepekan untuk membersihkan tempat tinggal sebagai upaya mencegah peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) pasca musim hujan.
"Kami mengajak masyarakat untuk meluangkan minimal satu jam setiap minggu guna membersihkan, menggosok, dan memberantas tempat-tempat perindukan nyamuk di sekitar rumah dan lingkungan tempat tinggal," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni di Tangerang Jumat.
Dini mengatakan terdapat sejumlah tempat perindukan nyamuk di lingkungan sekitar antara lain drum, tangki air, tempayan, bak mandi atau WC, ember, serta lubang pohon dan pelepah daun yang dapat menampung air hujan.
Baca juga: Kasus DBD di Lebak selama Januari capai 88 orang
Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor DBD umumnya berkembang biak di tempat penampungan air yang tergenang dalam waktu lama.
“Sebagian besar tempat penampungan air di sekitar rumah berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes, terutama pada musim penularan. Oleh karena itu, pengendalian harus dimulai dari sumbernya,” kata dia.
Selain itu Dinkes juga mengimbau agar sampah tidak dibiarkan terbuka serta memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui pengumpulan dan pembuangan secara berkala.
Penampungan air di lubang pohon, tempurung kelapa, dan pelepah daun juga perlu mendapat perhatian. Langkah yang dapat dilakukan antara lain mengisi lubang pohon dengan tanah, mengubur atau menanam tempurung kelapa ke dalam tanah.
"Lakukan juga penyemprotan temephos dengan dosis 1 mg per liter jika perkembangbiakan nyamuk masih berlanjut," ujarnya.
Baca juga: Cegah KLB, Dinkes Lebak minta warga waspadai penyakit musim hujan
Wali Kota Sachrudin meminta seluruh perangkat daerah, camat, dan lurah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, genangan, serta penyebaran penyakit akibat cuaca ekstrem. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah kejadian.
“Musim penghujan menuntut kita lebih sigap. Pencegahan harus menjadi prioritas. Drainase harus dipastikan berfungsi, lingkungan bersih, dan masyarakat terus diedukasi agar risiko bencana bisa ditekan sejak dini,” ujar Sachrudin.
Selain kesiapsiagaan wilayah, Wali Kota Tangerang, juga menekankan pentingnya peran sektor kesehatan dalam mengantisipasi peningkatan kasus penyakit musiman.
"Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diminta dilakukan secara masif dan berkelanjutan, terutama di lingkungan padat penduduk," ujarnya.
Baca juga: Masyarakat diimbau waspadai penyakit di musim hujan
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026