Serang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Provinsi Banten mengimbau masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan pengasapan atau fogging dalam mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD), melainkan memprioritaskan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara mandiri dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Serang, Nurhayati, di Serang, Rabu, menjelaskan bahwa fogging bukanlah metode pencegahan utama karena sifatnya hanya membunuh nyamuk dewasa tanpa mematikan jentik nyamuk.
"Fogging itu selain menimbulkan polusi udara dan kotor, juga seringkali tidak tepat sasaran. Yang paling efektif tetap PSN melalui gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mengubur)," katanya.
Baca juga: Dinkes Tangerang: Luangkan waktu bersihkan rumah untuk cegah DBD
Nurhayati menekankan pentingnya peran aktif masyarakat melalui gerakan "Satu Rumah Satu Jumantik" (Juru Pemantau Jentik). Menurut dia, jika setiap rumah memiliki satu orang yang rutin memantau jentik nyamuk, potensi penyebaran wabah DBD dapat ditekan secara signifikan.
Terkait permintaan fogging dari warga, ia menjelaskan bahwa pemerintah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Pengasapan gratis baru dapat dilakukan jika ada laporan kasus positif berdasarkan hasil laboratorium dan telah dilakukan PSN massal atau kerja bakti di lingkungan terdampak.
"Harus ada korban dan hasil laboratorium positif, baru kemudian dilakukan PSN bersama. Kalau semua syarat terpenuhi, baru fogging bisa dilakukan," terangnya.
Baca juga: Kasus DBD di Lebak selama Januari capai 88 orang
Berdasarkan data Dinkes Kota Serang, sepanjang tahun 2025 terdapat 279 kasus DBD dengan dua kasus kematian yang terjadi di Kecamatan Serang dan Taktakan. Kematian tersebut mayoritas disebabkan oleh keterlambatan pasien dibawa ke fasilitas kesehatan.
Sementara untuk awal tahun 2026, Dinkes mencatat belum ada temuan kasus positif DBD, meskipun sempat ada laporan lima warga di Perumahan Puri Harmoni Indah, Kasemen yang diduga terjangkit.
"Tahun ini belum ada kasus positif, mudah-mudahan tidak ada. Kami imbau jika ada gejala segera dibawa ke klinik atau rumah sakit, jangan sampai terlambat," pungkasnya.
Baca juga: Cegah KLB, Dinkes Lebak minta warga waspadai penyakit musim hujan
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026