Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Provjnsi Banten mencatat jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu mengalami penurunan sepanjang 2025 menjadi 1.172 penderita dibandingkan tahun 2024 sebanyak 2.900 penderita dengan sembilan kematian.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Eka Darmana Putra di Lebak, Jumat, mengatakan menurunnya kasus DBD tersebut berkat kerja keras semua pihak, termasuk tenaga medis yang mengoptimalkan kegiatan penyuluhan dan pencegahan penyakit yang mematikan itu kepada masyarakat.
Selain itu juga masyarakat diminta mengaktifkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan mengubur, menimbun, dan menutup (3M) barang bekas serta pemberian Abate di bak mandi.
Baca juga: Masyarakat diimbau waspadai penyakit di musim hujan
Karena itu, sepanjang 2025 kasus DBD menurun menjadi 1.172 kasus dan kematian dua orang, sedangkan 2024 tercatat 2.900 kasus dengan sembilan kematian.
"Kita tahun ini mengoptimalkan gerakan penyuluhan PSN dan 3M juga juru pemantau jentik (jumantik) nyamuk guna mengendalikan kasus DBD hingga nol persen kasus kematian," kata Eka.
Ia meminta masyarakat waspada penyebaran DBD seiring curah hujan cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir ini, yang memicu genangan air tempat kembang biak nyamuk Aedes aegypti.
Baca juga: Di Lebak ada 1.030 kasus DBD pada Januari-November 2025
Selama ini, kesadaran masyarakat relatif baik untuk menjaga lingkungan dari sarang nyamuk DBD.
Karena itu, pihaknya terus berupaya mengoptimalkan penyuluhan dan pencegahan penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk DBD, saat musim penghujan dengan melakukan promosi kesehatan dan edukasi kepada masyarakat.
"Kami meyakini kasus DBD tahun ini dipastikan menurun dengan menjaga kebersihan lingkungan untuk mematikan jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti itu," katanya.
Baca juga: Dinkes Kota Serang tangani warga diduga terjangkit Chikungunya.
