Lebak (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten mengemukakan peranan penting pondok pesantren (ponpes) dalam mengatasi kemiskinan karena selain memberikan pendidikan keagamaan juga berbagai keterampilan yang bisa dikembangkan santri sehingga menjadi berkompeten dalam kemandirian hidup.
"Kita sekarang lembaga ponpes yang dikelola masyarakat itu terdapat pendidikan formal dan nonformal," kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Ahmad Hudori saat perayaan Hari Santri Nasional di Lebak, Rabu.
Ia mengatakan ponpes memberikan kontribusi besar untuk mencetak anak-anak bangsa yang memiliki pendidikan dan keterampilan agar kehidupan mereka lebih baik.
MUI Kabupaten Lebak mendorong lembaga pendidikan ponpes tumbuh dan berkembang.
Baca juga: Hari Santri bangkitkan semangat anak wujudkan Generasi Emas
Kehadiran ponpes tersebut, katanya, dapat mengatasi kemiskinan melalui pendidikan agama Islam dan berbagai kegiatan keterampilan.
"Kalau dulu santri ikut berjuang untuk melawan Belanda, namun sekarang kiprah santri memiliki pendidikan dan keterampilan," katanya.
Jumlah ponpes di Kabupaten Lebak berdasarkan data Sistem Informasi Tanda Keberadaan Pesantren (Sitren) 2025 tercatat 2.138 unit dengan santri puluhan ribu orang. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung.
Pola pendidikan ponpes yang dikembangkan itu menerapkan kurikulum nasional, seperti materi pembelajaran Bahasa Inggris, Matematika, PKN, Kimia, Fisika, Bahasa Indonesia, Biologi, dan Fisika.
Selain itu, kurikulum agama Islam, di antaranya tafsir Al Quran, hadits, fiqih, kajian kitab klasik , bahasa Arab, akhlak, akidah dan sejarah Islam.
Baca juga: Santri dinilai berperan penting menjaga kemerdekaan dan moral bangsa
Dengan demikian, ia optimistis ponpes dapat mengatasi kemiskinan melalui pendidikan yang baik dan pemberian bekal keterampilan di berbagai bidang.
Ia mengatakan lulusan ponpes memberikan kontribusi terhadap negara dengan menjadi pegawai negeri sipil (PNS), Polri, TNI, jurnalis, pengusaha, pedagang, dan pendakwah.
"Kami setiap tahun melakukan pembinaan kepada pengelola ponpes agar meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, termasuk kecintaan terhadap NKRI, Pancasila, Undang-Undang 45 dan Bhinneka Tunggal Ika, karena merupakan fardu kipayah," katanya.
Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki mengatakan pemerintah daerah mendorong ponpes berkiprah mengatasi kemiskinan melalui pendidikan yang baik dan keterampilan di bidang keagamaan.
Ia menyebut jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Lebak cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statisik (BPS) 2024 jumlah warga miskin di daerah itu sekitar 111.000 jiwa, di antaranya sekitar 7.000 jiwa kategori miskin ekstrem.
"Kami berharap kehadiran ponpes dapat mengeliminasi maupun menghapus kemiskinan ekstrem itu," katanya.
Baca juga: Santri di Kota Tangerang diajak kuasai teknologi sebagai ladang dakwah
