Serang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten, memprioritaskan perbaikan drainase yang tersumbat dan tidak berfungsi optimal sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi potensi banjir maupun genangan air di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang Iwan Sunardi, di Serang, Kamis, menyebutkan total anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan atau pembenahan drainase mencapai sekitar Rp6 miliar.
"Kalau bicara anggaran untuk tahun ini kurang lebih pada angka Rp6 miliar. Kurang lebih ada 30 sampai 50-an titik pengerjaan," ujarnya.
Baca juga: Tekan risiko banjir di Banten, pemprov siapkan moratorium tambang
Iwan memastikan bahwa proyek perbaikan drainase tersebut dilakukan secara merata, di mana titik-titik pengerjaan tersebar di seluruh kecamatan di wilayah Kota Serang, khususnya di lokasi yang selama ini menjadi langganan genangan.
Terkait urgensi penanganan, ia menegaskan bahwa fokus utama anggaran ini adalah memulihkan fungsi saluran air yang kapasitasnya sudah tidak lagi mampu menampung debit air hujan yang tinggi.
Selain masalah kapasitas, prioritas perbaikan juga menyasar saluran yang mengalami penyumbatan parah akibat faktor eksternal seperti tumpukan sampah hingga alih fungsi lahan di atas saluran.
"Semua urgen. Urgennya adalah bagaimana kondisi saluran tidak dapat menampung air dan tersumbat karena persoalan adanya sampah atau bangunan liar yang menutupi saluran," ujarnya.
Baca juga: Atasi banjir, Pemkot Serang dan BPJT sepakat perlebar saluran air
