Serang (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Banten sedang mengkaji rencana penggabungan atau merger Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pamarican 1 dan SDN Pamarican 2 sebagai solusi jangka menengah mengatasi kendala kegiatan belajar mengajar (KBM) akibat banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri di Serang, Jumat, mengatakan kedua sekolah tersebut hampir setiap tahun terdampak banjir, karena faktor lokasi geografis, sehingga mengganggu aktivitas pendidikan.
"Untuk SDN Pamarican, kondisinya memang cukup sulit, karena lokasinya berada di belakang rawa. Saat hujan dengan intensitas tinggi, genangan air biasanya lebih lama surut dan berdampak pada aktivitas KBM," katanya.
Baca juga: Hari pertama sekolah, SDN Pamarican 2 Kota Serang terendam banjir
Nuri menjelaskan kondisi lingkungan tersebut membuat pembelajaran tatap muka tidak selalu berjalan normal. Dalam beberapa kejadian sebelumnya, KBM terpaksa dialihkan ke sistem daring maupun menggunakan skema pembelajaran alternatif.
Berdasarkan data Dindikbud, SDN Pamarican 1 tercatat memiliki 198 siswa, sedangkan SDN Pamarican 2 memiliki 234 siswa.
Menurut Nuri, dengan total siswa mencapai sekitar 400 orang, opsi penggabungan dinilai berpotensi membuat proses KBM menjadi lebih efektif, terpusat, serta meminimalisasi dampak gangguan akibat banjir yang berulang.
"Itu yang sedang kami kaji, supaya KBM bisa lebih efektif dan tidak terlalu terdampak kondisi banjir seperti sekarang," ujarnya.
Baca juga: Antisipasi banjir, Pemkot Serang prioritaskan perbaikan drainase
Selain rencana penggabungan, Dindikbud Kota Serang juga menyiapkan opsi mitigasi lain, seperti relokasi sementara pembelajaran ke sekolah terdekat jika banjir kembali terjadi.
Di sisi lain, upaya normalisasi saluran air di sekitar sekolah terus dikoordinasikan, disertai rencana pembangunan infrastruktur yang telah dianggarkan melalui mekanisme lelang.
Kendati demikian, Nuri menegaskan bahwa rencana penggabungan kedua sekolah tersebut masih dalam tahap kajian internal dan belum diputuskan secara final.
"Hasil kajian dari Dinas Pendidikan akan kami sampaikan terlebih dahulu sebelum ada keputusan resmi terkait merger sekolah," pungkasnya.
Baca juga: Tekan risiko banjir di Banten, pemprov siapkan moratorium tambang
