Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menargetkan perbaikan jalan-jalan utama yang menjadi jalur mudik dan pariwisata dapat terselesaikan pada H-10 Lebaran.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan di Serang, Selasa, mengatakan saat ini pihaknya terus berupaya melakukan pemeliharaan, meskipun terkendala oleh tingginya curah hujan yang menghambat proses pengaspalan.
"Kami memaklumi banyak keluhan warga, namun kami harus memilih waktu yang tepat. Jangan sampai pengaspalan dilakukan saat kondisi darurat hujan, yang akhirnya menyebabkan jalan rusak kembali dan menuai komplain ulang," ujar Arlan.
Baca juga: Astra Tol Tamer percepat perbaikan jalan rusak akibat cuaca ekstrem
Arlan menjelaskan pihaknya kini menunggu kondisi cuaca membaik untuk mempercepat pengerjaan. Fokus utama perbaikan meliputi jalur arteri mudik, jalur pariwisata, serta jalur alternatif yang menjadi kewenangan provinsi.
"Kami sekarang benar-benar menunggu cuaca baik. Dan mudah-mudahan nanti H-10 menjelang Lebaran ini sudah selesai semua jalur mudik maupun wisata," katanya.
Terkait anggaran, Dinas PUPR Banten mengalokasikan dana pemeliharaan rutin sekitar Rp30 miliar per tahun. Anggaran tersebut digunakan untuk menangani ruas jalan provinsi sepanjang 763 kilometer yang tersebar di Tangerang Raya, Serang, Cilegon, Lebak, dan Pandeglang.
Baca juga: Pemkab Tangerang perbaiki jalan rusak akibat cuaca ekstrem
"Hingga saat ini tidak ada kendala material, ketersediaan aman. Kendala utama hanya pada pelaksanaan di lapangan karena faktor cuaca," katanya.
Mengenai kondisi kemantapan jalan provinsi, Arlan menyebutkan secara keseluruhan mencapai 95 persen atau dalam kategori mantap.
"Kondisi mantap itu mencakup kategori baik dan sedang. Kategori sedang artinya tingkat kerusakannya di bawah lima persen, yang saat ini berada di angka 11 persen. Jika masih ada lubang, itu yang akan segera kami tangani," ucapnya.
Baca juga: Pemkab Lebak anggarkan perbaikan jalan Rp75,5 miliar
