Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan ketinggian muka air sungai dalam mengantisipasi banjir yang berpotensi terjadi saat bulan Ramadhan.

"Kita sudah tetapkan status Awas terkait adanya kemungkinan peningkatan ketinggian muka air. Kami harap warga untuk selalu waspada adanya potensi banjir yang kemungkinan bisa terjadi," kata Kepala PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni di Tangerang, Minggu.

Ia mengatakan saat ini hujan kerap terjadi pada malam hari dengan intensitas lama dan bisa menyebabkan ketinggian muka air sungai meningkat. Pada awal Ramadhan terjadi beberapa luapan yang menyebabkan pemukiman banjir.

Baca juga: Psikolog sebut warga desa lebih tangguh hadapi bencana

Beberapa wilayah yang mengalami peningkatan muka air yakni di Regency Jembatan Alamanda Periuk dari Kali Ledug, Taman Cibodas Periuk dari Kali Sabi, dan Perumahan Puri Kartika Baru Ciledug dari Kali Wetan.

Sebagai upaya, kata dia, Pemkot Tangerang mengaktifkan semua unit rumah pompa di wilayah, sekaligus disiagakan pompa portable untuk penanganan darurat bila dibutuhkan

"Kami memastikan petugas juga siaga ketika terjadi adanya luapan. Kami terus memantau setiap perkembangan yang ada," ujarnya.

Baca juga: Dinas PUPR Tangerang tetapkan status awas soal ketinggian muka air sungai

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Mahdiar mengatakan telah mengeluarkan imbauan siaga bencana banjir selama tiga bulan ke depan mulai Desember 2025 hingga Februari 2026 berdasarkan masukan dari BMKG mengenai adanya potensi hujan ekstrem.

Ia menuturkan perubahan cuaca mempengaruhi kondisi kesehatan, sehingga warga diimbau selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Karena perubahan cuaca bisa terjadi berulang dalam sehari.

Untuk layanan kegawatdaruratan di Kota Tangerang, masyarakat bisa mengakses call center 112 atau untuk BPBD Kota Tangerang, bisa ke nomor piket 021-5582-144 yang juga aktif selama 24 jam.

Baca juga: Akibat banjir di Grobogan, perjalanan kereta jalur utara terganggu



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026