Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Sebanyak 512 kepala keluarga (KK) dengan total 1.675 jiwa di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, terdampak bencana alam banjir akibat cuaca ekstrem pada Minggu (5/4) yang menyebabkan sungai-sungai di wilayah tersebut meluap.
"Selama dua hari ini yang memang kita sangat rasakan, baik di hari Minggu maupun hari Senin. Jumlah kepala keluarga ada 512 dengan jumlah jiwa 1.675 jiwa," kata Camat Tigaraksa Cucu Abdul Rrosied di Tangerang, Senin.
Ia menjelaskan, dari total 1.675 jiwa yang terkena dampak banjir berada di tujuh desa/kelurahan yakni seperti di Desa Margasari, Kelurahan Kadu Agung, Desa Matagara, Desa Pasir Nangka, Desa Pasir Bolang, Desa Cisereh dan Desa Pematang.
Baca juga: Banjir satu meter rendam pemukiman di Tigaraksa, 70 KK terdampak
Dimana, lanjutnya, dari ke tujuh desa ini secara umum terdampak akibat luapan sungai yang mengelilingi kawasan desa tersebut.
"Ini akibat luapan Sungai Cimanceuri, Cipayaeun, dan anak Sungai Ciranjeuen yang mengakibatkan tujuh desa di delapan titik terdampak. Dan terjadi ini akibat meluapnya Sungai Cimanceuri dan kiriman dari wilayah Bogor," terangnya.
Ia bilang, sebagian wilayah desa yang terdampak banjir kini telah berangsur surut dan sejumlah aktivitas warga kembali normal setelah sebelumnya terkepung genangan air yang mencapai 1,5 meter.
"Rata-rata ketinggian air terpantau sampai hari ini antara 40 cm, 80 cm, hingga 1,5 meter," ucapnya.
Baca juga: 3.176 keluarga di Grobogan Jateng terdampak banjir
Dia juga menambahkan, selain permukiman warga, banjir juga telah berdampak dengan menutup terhadap akses jalan umum di sejumlah titik lokasi.
"Akses yang terputus itu ada di kawasan industri. Kebetulan di kawasan Olek itu, pihak perusahaan karena memang ini sudah rutin mereka lakukan, adalah dengan mobil (mobil besar)," paparnya.
Dalam hal ini, kata Cucu, pemerintah daerah khususnya Kecamatan Tigaraksa tengah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait untuk melaporkan situasi kebencanaan yang melanda daerahnya.
Terlebih, dalam pelaporan penanganan sejumlah titik tanggul sungai yang mengalami jebol akibat luapan sungai, sehingga ke depan bisa segera dilakukan perbaikan.
"Dan insyaallah nanti di anggaran perubahan ini akan dibangun. Mudah-mudahan itu juga akan menjadi solusi bagaimana di Perumahan Mustika, baik itu Desa Pasir Nangka maupun Desa Matagara ini bisa tertangani dengan baik," kata dia.
Baca juga: Hujan dengan intensitas variasi berpotensi turun di mayoritas wilayah
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026