Lebak (ANTARA) - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyandi menyebutkan, 109 unit jembatan gantung di daerah itu kondisinya rusak sehingga berbahaya jika dilintasi masyarakat setempat.
"Semua jembatan rusak itu akibat dimakan usia dan kondisinya sudah bolong-bolong dan besinya keropos," kata Dade di Lebak, Jumat.
Kerusakan jembatan gantung itu akibat berbagai faktor antara lain sudah lama tidak dilakukan perbaikan juga dampak bencana alam.
Pemerintah daerah tahun ini mengalokasikan pembangunan jembatan gantung relatif terbatas akibat adanya efisiensi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) setempat.
Baca juga: Belasan rumah di Lebak terdampak pergerakan tanah dan longsor
Selama ini, Kabupaten Lebak masuk kategori terbanyak jembatan gantung, karena jumlah sungai dari hulu ke hilir mencapai 186 sungai dan 16 sungai besar.
Hampir di semua kecamatan terdapat jembatan gantung untuk menghubungkan antardesa.
Berdasarkan data jumlah jembatan gantung di Kabupaten Lebak tercatat sebanyak 248 unit terdiri dari baik 63 unit ( 25,40 persen),76 unit sedang (30,65 persen), dan 109 unit (43,95 persen) rusak.
"Jembatan gantung itu tersebar di 393 ruas jalan yang menghubungkan antardesa," katanya.
Baca juga: Kasus DBD di Lebak selama Januari capai 88 orang
Menurut dia, kehadiran jembatan gantung cukup vital, karena akses ekonomi masyarakat antardesa.
Karena itu, pihaknya berharap para pengusaha, perusahaan swasta, BUMN dan masyarakat peduli terhadap pembangunan jembatan gantung.
"Kami membangun jembatan gantung itu secara bertahap karena keterbatasan anggaran itu," katanya.
Ia mengatakan, jembatan gantung roboh yang melukai lima pelajar SMPN Wanasalam itu di antaranya sudah berlangsung lama tidak dilakukan perbaikan.
Baca juga: Polres Lebak salurkan bantuan sembako pada korban bencana alam
Dengan demikian, pihaknya akan mengusulkan bantuan ke Pemerintah Provinsi Banten agar direalisasikan pembangunan jembatan gantung tersebut.
"Kami berharap tahun ini dibangun jembatan gantung itu oleh Pemprov Banten," katanya menjelaskan.
Sementara anggota DPRD Banten Musa Weliansyah mengatakan, pihaknya mengapresiasi Pemerintah Provinsi Banten merespon untuk pembangunan jembatan gantung itu.
Sebab, kondisi jembatan gantung di Kecamatan Wanasalam sudah diusulkan tahun 2016 untuk dibangun pemerintah daerah, namun tidak direalisasikan.
"Kami berharap pembangunan jembatan gantung itu segera direalisasikan tahun ini," kata Politisi PPP Kabupaten Lebak.
Baca juga: Dinas Lebak sebut KDKMP jadi penggerak ekonomi pelaku UMKM
