Lebak (ANTARA) - Sebanyak 14 rumah di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten terdampak pergerakan tanah dan longsor akibat curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir.
Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Muhamad Gunawan di Lebak, Kamis, mengatakan warga yang terdampak bencana pergerakan tanah dan longsor akibat curah hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir ini, dan hingga Kamis sore hari curah hujan masih berlangsung.
Berdasarkan data BPBD jumlah warga yang terdampak pergerakan tanah dan longsor tercatat 14 unit rumah antara lain 11 unit di Kecamatan Muncang dan tiga unit di Kecamatan Lebak Gedong.
Dari 14 rumah tersebut dinyatakan tiga unit rumah rusak berat, 11 unit rusak ringan dan total 13 kepala keluarga (KK) dengan 35 jiwa, sedangkan warga yang mengungsi sebanyak 15 orang.
Baca juga: Rumah guru SD di Kabupaten Serang rusak akibat tanah bergerak
Sementara bencana longsor juga terjadi di Kecamatan Leuwidamar dan Maja, dan saat ini tengah dilakukan pendataan.
Ia mengaku, belum menerima laporan korban jiwa maupun luka-luka.
"Kami minta masyarakat agar waspada menghadapi cuaca ekstrem, karena berpotensi menimbulkan bencana alam," kata Muhamad Gunawan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Lela Gifty Cleria mengatakan pihaknya sudah menyalurkan bantuan logistik diberbagai kecamatan yang terdampak bencana alam akibat cuaca ekstrem itu.
"Kami berharap bantuan logistik berupa bahan pokok bisa memenuhi ketersediaan pangan juga meringankan beban ekonomi mereka," katanya.
Baca juga: 54 rumah rusak akibat pergerakan tanah di Kabupaten Serang
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026