Serang (ANTARA) - Bencana tanah bergerak di Kampung Pasirceuri, Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten menghancurkan sejumlah tempat tinggal warga, termasuk rumah seorang guru sekolah dasar (SD) yang baru selesai dibangun.

Pantauan di lokasi, Senin, menunjukkan kerusakan parah pada rumah milik Muhamad Mabruri. Dinding rumah tampak merekah dengan garis retak memanjang, sementara lantai keramik terangkat dan pecah akibat tekanan tanah.

Kondisi tanah yang labil membuat permukaan lantai bergelombang dari dapur hingga ruang tengah. Pada beberapa sudut, dinding bangunan tampak miring dengan celah menganga, memaksa penghuninya untuk mengosongkan rumah demi keselamatan.

"Retakan pertama muncul 16 Desember 2025 selebar satu milimeter. Sempat berhenti, namun kembali bergerak masif pada 12 Januari 2026. Dalam lima hari, suara retakan terdengar setiap lima menit hingga celah melebar mencapai 70 sentimeter," kata Mabruri di Serang, Senin.

Baca juga: 54 rumah rusak akibat pergerakan tanah di Kabupaten Serang

Mabruri memperkirakan kerugian materiil akibat kejadian tersebut mencapai Rp400 juta. Ia mengaku terpukul karena rumah tersebut dibangun secara bertahap sejak 2020 dan baru rampung tahun lalu. Saat ini, ia bersama keluarga mengungsi sementara di rumah mertua di kampung yang sama.

Korban lainnya, Junaedi, mengaku terpaksa mengontrak rumah karena tempat tinggalnya nyaris ambruk dengan kondisi dinding yang terbelah.

"Saya masih bingung ke depannya, karena satu-satunya tanah yang saya miliki hanya yang terdampak itu," ujar Junaedi.

Baca juga: BPBD Lebak : tujuh rumah rusak akibat tanah longsor di Bayah

Sementara Camat Padarincang, Agus Saepudin menjelaskan bahwa fenomena pergerakan tanah di wilayahnya tidak hanya terjadi di Desa Kadubereum, tetapi juga melanda Kampung Sukaresmi, Desa Kadukempong.

"Di Desa Kadukempong dampaknya berupa jalan amblas, tidak ada rumah penduduk yang kena. Untuk di Kadubereum, yang terdampak langsung rumah Pak Mabruri dan Pak Junaedi," jelas Agus.

Agus memastikan pihak kecamatan telah menyalurkan bantuan sembako kepada para korban. Pemerintah Kabupaten Serang juga tengah memproses bantuan rehabilitasi rumah melalui dinas terkait.

"Sesuai petunjuk Bupati, akan ada disposisi ke Dinas Perkim (Perumahan dan Kawasan Permukiman) untuk bantuan rehabilitasi, terutama untuk rumah Pak Junaedi karena Pak Mabruri berencana pindah lokasi," pungkasnya.

Baca juga: 97 rumah terdampak longsor di Cibodas Padarincang



Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026