Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten mengalokasikan anggaran perbaikan jalan kabupaten dan jalan desa sebesar Rp75,5 miliar untuk menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah itu.
"Kita meyakini perbaikan jalan itu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak Dade Yan Apriyandi dalam keterangan di Lebak, Minggu.
Pemerintah Kabupaten Lebak komitmen untuk perbaikan jalan kabupaten dan desa, karena manfaatnya cukup besar dan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain itu juga petani bisa memasarkan produk hasil komoditas pertanian, perkebunan, perikanan serta pelaku usaha ke luar daerah.
Kelancaran arus lalu lintas tersebut dipastikan dapat mengurangi biaya transportasi juga kegiatan ekonomi masyarakat bisa dilakukan selama 24 jam.
Baca juga: Penyintas bencana di Lebak pada 2020 butuh 315 hunian tetap
Berdasarkan data PUPR Lebak 2025 tercatat ruas jalan kabupaten total sepanjang 749,43 kilometer atau 74,86 persen dalam kondisi baik dan mantap untuk dilintasi berbagai jenis angkutan dengan kondisi aspal hotmix maupun beton.
Sedangkan, sisanya 25,14 persen kondisi jalan rusak, sehingga perlu dilakukan perbaikan.
Untuk anggaran perbaikan jalan kabupaten tahun ini dialokasikan Rp 47,7 miliar tersebar di 11 ruas jalan.
Sementara perbaikan jalan desa dialokasikan Rp27,8 miliar tersebar di 42 ruas jalan.
Baca juga: Dinas PUPR Lebak catat 109 unit jembatan gantung rusak
Ruas jalan yang diperbaiki tersebut di antaranya Kecamatan Bojongmanik, Cirinten, Leuwidamar, Muncang, juga Lebak Selatan meliputi Wanasalam, Malingping, Cihara, Cilograng, dan Cibeber.
"Kami berharap perbaikan jalan itu merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menghapus kemiskinan ekstrem," kata Dade.
Sementara itu, sejumlah warga Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak mengatakan masyarakat menyambut positif tahun ini sejumlah ruas jalan di daerah itu dilakukan perbaikan sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat juga bisa mengurangi biaya transportasi.
"Kami meyakini perbaikan jalan ini dapat mendorong pendapatan ekonomi masyarakat desa meningkat, karena bisa memasarkan hasil panen hortikultura dan palawija keluar daerah," kata Adnan (45) warga Cihara Kabupaten Lebak.
Baca juga: Jelang Ramadhan, permintaan gula aren di Lebak meningkat
