Lebak (ANTARA) - Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki mengharapkan peringatan Hari Santri Nasional membangkitkan semangat dan cita-cita anak bangsa di daerah tersebut untuk memiliki pendidikan yang baik guna mewujudkan Generasi Emas 2045.
"Kami mendorong santri dapat berperan aktif di era globalisasi dengan memiliki pendidikan yang baik sehingga mampu menyukseskan kemajuan bangsa," katanya saat merayakan Hari Santri Nasional di daerah itu yang dipusatkan di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Rabu.
Ia menyebut banyak santri lulusan ponpes sukses membangun bangsa ini dengan mengabdikan diri, antara lain di lingkungan pemerintah, menjadi politikus, pengusaha, akademisi, ustadz , dosen, dan ulama.
Baca juga: Santri dinilai berperan penting menjaga kemerdekaan dan moral bangsa
Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Lebak dihadiri ribuan santri dari berbagai kecamatan. Pada peringatan itu, mereka menampilkan berbagai kegiatan di antaranya marching band dan karnaval berbaris.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Idrus Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak KH Ahmad Hudori mengatakan pihaknya kini terus mengoptimalkan pendidikan keilmuan agama Islam dan keilmuan nasional karena ponpes yang dikelolanya itu terdapat pendidikan nasional tingkat madrasah aliah (MA) setingkat SMA dan madrasah sanawiah (Mts) setingkat SMP.
Ia mengatakan banyak santri belajar di ponpes tersebut, bahkan berasal dari Jakarta, Jawa Barat dan Sumatra.
"Kami mengelola pendidikan itu agar umat Muslim memiliki pendidikan yang baik dan memanfaatkan ilmunya di masyarakat untuk kemajuan bangsa," katanya.
Baca juga: Santri di Kota Tangerang diajak kuasai teknologi sebagai ladang dakwah
Seorang warga Lebak, Dedeh (50), mengatakan tiga anaknya menjalani pendidikan di Ponpes modern Al Azhar Rangkasbitung, antara lain karena mengajarkan kurikulum nasional dan kurikulum agama Islam dengan model pendidikan secara asrama.
"Kami berharap ketiga anaknya itu memiliki pendidikan yang baik dan berguna untuk bangsa dan negara," katanya.
Seorang santri Ponpes Al Azhar Rangkasbitung, Adnan (19), mengaku senang belajar di ponpes karena diajarkan kurikulum agama Islam, seperti nahwu, sorop, kitab klasik, tafsir, Al Quran, akhlak, piqih, bahasa Arab, dan sejarah Islam.
Selain itu, menerima kurikulum nasional, di antaranya Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA, Ekonomi, Fisika, Ideologi Pancasila, dan Sejarah.
"Semua kurikulum itu dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara akademik juga karakter, akhlak dan cinta kebangsaan Tanah Air," kata Adnan yang kelas 12 SMA Ponpes Al Azhar Rangkasbitung dan bercita-cita menjadi dokter itu.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga RJBB wujudkan santri tangguh bencana
