Lebak (ANTARA) - Sejumlah petani sayuran dataran rendah di Kabupaten Lebak, Banten memenuhi permintaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kita minta petani terus mengembangkan pertanian sayuran dataran rendah, karena permintaan SPPG cukup tinggi," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar di Lebak, Sabtu.
Selama ini, petani sayuran dataran rendah di sejumlah kecamatan berkembang untuk memenuhi permintaan program MBG.
Sebab, pengusaha SPPG menampung produksi pertanian sayuran lokal sesuai perjanjian Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberdayakan ekonomi petani lokal.
Baca juga: Catat, Kepala SPPG wajib pantau proses masak dan distribusi MBG
Produksi sayuran dataran rendah itu antara lain komoditas ketimun, terung, kacang panjang, paria dan kukuk.
"Kami berharap petani yang mengembangkan komoditas sayuran dataran rendah dapat menikmati keuntungan," katanya menjelaskan.
Iming (50) seorang petani sayuran dataran rendah warga Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya sejak empat bulan beroperasi Program MBG di daerah ini sangat diuntungkan, karena produksi ketimun yang dikembangkan itu ditampung SPPG Rp6.000 per kg.
"Kami bisa memasok antara 5-7 ton per pekan untuk delapan SPPG di Rangkasbitung," kata Iming.
Baca juga: Di Tangerang ada Power Ranger antar MBG
Begitu juga petani sayuran dataran rendah di Blok Kanaga Warunggunung Kabupaten Lebak Yana (55) mengatakan, pihaknya mengembangkan tanaman sayuran seluas satu hektare komoditas terung, kacang panjang dan ketimun ditampung oleh sejumlah SPPG.
Para SPPG menampung harga bervariasi antara Rp6.000 sampai Rp7.000 per kg tergantung komoditas jenis sayuran.
"Kami sudah empat bulan memenuhi permintaan program MBG dan bisa memasok lima ton per pekan sesuai pencairan," kata Yana.
Baca juga: Dukung program Makan Bergizi Gratis, Polda Banten bangun 49 SPPG
Sementara Ketua Koordinator BGN Kabupaten Lebak Asep Royani mengatakan, saat ini, jumlah SPPG atau MBG yang beroperasi sebanyak 58 unit SPPG di sejumlah kecamatan dapat terpenuhi untuk komoditas aneka sayuran dataran rendah, termasuk pangan/beras.
Namun, untuk kebutuhan sayuran dataran tinggi, seperti kentang, kubis, buncis, wortel masih dipasok dari sejumlah daerah di Jawa Barat.
"Kita berharap petani terus mengembangkan sayuran dataran rendah dan dataran tinggi guna menumbuhkan ekonomi masyarakat," katanya.
Baca juga: Gubernur Andra Soni usul perluasan PKK Mengajar hingga aktifkan di MBG
